Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Petaka Musim Kemarau: Bumi Kanjuruhan Dilanda Empat Kali Kebakaran dalam Dua Pekan

A. Nugroho • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 18:50 WIB
DAMKAR KABUPATEN MALANG FOR RADAR KANJURUHAN TOTALITAS: Personel Damkar Kabupaten Malang Memadamkan Api yang Membakar Lahan di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang Beberapa Waktu Lalu.
DAMKAR KABUPATEN MALANG FOR RADAR KANJURUHAN TOTALITAS: Personel Damkar Kabupaten Malang Memadamkan Api yang Membakar Lahan di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang Beberapa Waktu Lalu.

KEPANJEN - Selama musim kemarau, unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten malang mewaspadai ancaman kebakaran, terutama di lahan kosong. Dalam dua pekan ini, 1-15 Agustus 2025, pihaknya mencatat empat kali kebakaran. Semuanya dipicu kebiasaan warga membakar sampah.

Peristiwa terbaru terjadi pada Kamis lalu (15/8). Lahan kosong di belakang permukiman di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang hangus terbakar. Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang Sigit Yuniarto mengatakan, terbakarnya lahan ukuran 6 x 8 meter persegi itu disebabkan karena salah seorang warga membakar sampah di sana. “Bakar sampahnya sejak pukul 22.45, tapi api makin membesar sampai hampir mengenai rumah warga,” kata Sigit.

Pihaknya menduga, warga yang membakar sampah tersebut meninggalkan lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.01. Tiga armada diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran si jago merah.

Kebakaran di Ketindan, Lawang itu adalah yang keempat terjadi dalam 15 hari bulan Agustus ini. Kejadian pertama adalah terbakarnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso. Kedua, kebakaran lahan tebu di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis dan lahan kosong di Desa Landungsari, Kecamatan Dau pada 14 Agustus 2025. Semuanya disebabkan karena pembakaran yang disengaja dan ditinggalkan pemiliknya. “Kalau tebu, sampah daun tebu kering yang dibakar setelah panen,” sebut Sigit.

Guna menekan jumlah kebakaran, Sigit mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Salah satu penekanannya bahaya kebakaran di musim kemarau, sehingga harus diantisipasi. “Selalu kami sampaikan bahwa membakar daun atau sampah jangan ditinggal pergi. Pastikan dulu api benar-benar padam,” katanya. ”Sekaligus jangan bakar-bakar pada saat angin kencang. Itu bisa membesar apinya,” tambah Sigit.(biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#pemadam kebakaran (damkar) #Kecamatan Lawang #Kabupaten Malang #membakar sampah #musim kemarau