Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ancaman Baru Sopir Angdes: Trans Jatim Siap Masuk Kepanjen

A. Nugroho • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 19:32 WIB
KRISIS PENUMPANG: Joko Susilo, Seorang Sopir Angdes Jurusan Gadang-Karangkates Mangkal di Terminal Gadang untuk Menunggu Penumpang Kemarin.
KRISIS PENUMPANG: Joko Susilo, Seorang Sopir Angdes Jurusan Gadang-Karangkates Mangkal di Terminal Gadang untuk Menunggu Penumpang Kemarin.

KEPANJEN – Wacana perluasan rute Trans Jatim hingga Kepanjen membuat para sopir angkutan pedesaan (angdes) resah. Mereka khawatir makin kesulitan untuk mendapat penumpang setelah dilintasi Trans Jatim.

”Saat ini kondisi di lapangan sangat miris. Jumlah armada lebih banyak ketimbang penumpang,” keluh Wakil Ketua DPD Serikat Sopir Indonesia (SSI) Jawa Timur Jarwo Sutikno kemarin (15/8).

Seperti diberitakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang mengusulkan perluasan rute Trans Jatim. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sudah mengumumkan rute Trans Jatim, yakni Malang-Batu. Start dari Kota Malang, kemudian berakhir di Kota Malang. Wilayah Kabupaten Malang yang dilintasi Trans Jatim hanya Landungsari, Kecamatan Dau. Hal itu karena terdapat terminal Trans Jatim di terminal Landungsari.

Rencananya, bus yang dikelola Pemprov Jatim itu mulai beroperasi Oktober depan. Namun sebelum beroperasi, dishub Kabupaten Malang mengusulkan agar rutenya diperpanjang hingga memasuki Kepanjen. Alasannya, Kepanjen merupakan pusat pemerintahan, sehingga banyak mobilitas warga ke kota tersebut. Dengan kata lain, akan semakin banyak masyarakat yang menikmati jika rute Trans Jatim masuk Kepanjen. Namun usulan yang dilayangkan sejak Juni lalu itu belum mendapatkan jawaban dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Suara Serikat Sopir Angdes

Jika usulan memperluas rute Trans Jatim disetujui pemprov, dia khawatir semakin menyulitkan para sopir angdes. Dia menyebut ada enam trayek yang bakal terdampak perluasan rute bus Trans Jatim. ”Lima jalur terdampak milik angdes, sedangkan 1 jalur milik Bison,” kata dia.

Di trayek yang diperkirakan akan terdampak adalah angdes K1 jurusan Hamid Rusdi - Kepanjen - Karangkates, GN 1 dan GN 2 jurusan Gandang - Karangkates – Ngliyep, angdes jurusan Gadang - Gunung Kawi, dan jurusan Kepanjen - Gunung Kawi. Di samping itu, angdes jurusan Kepanjen - Turen dan Kepanjen-Kromenngan juga diperkirakan akan terimbas. "Lalu untuk jalur bison Gadang - Blitar," kata Jarwo

Jarwo menjelaskan, 150 armada di enam jalur tersebut. ”Untuk sopir ada 250 hingga 300 orang,” tambahnya.

            Pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin, beberapa angdes sepi penumpang. Wartawan koran ini sempat angdes jurusan Gadang-Kepanjen, sepanjang perjalanan hanya ada enam penumpang.

Salah satu sopir Bison trayek Gadang - Blitar Joko Susilo mengaku sudah mendengar wacana Trans Jatim masuk Kepanjen. Dia merasa wacana tersebut merugikan sopir angdes. ”Pendapatan bisa berkurang. Sekarang saja pendapatan bersih Rp 25 ribu dalam sehari, kadang minus," kata Joko.

Joko menjelaskan, penumpang yang ramai adalah anak sekolah. Pada saat jam masuk sekolah, jalur yang biasanya ramai adalah Karangkates - Kepanjen. Namun setelah itu kembali sepi penumpang. "Saya sering cuma dapat dua sampai tiga penumpang," terang Joko.(yad/dan)

Editor : A. Nugroho
#Penumpang #Trans Jatim #Kabupaten Malang #sopir angkutan desa #Dinas Perhubungan (Dishub)