KABUPATEN - Maisunah, 65, warga RT 8/RW 4, Dusun Pujon Kidul, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon ditemukan meninggal di dalam rumahnya pada Jum'at malam (15/8). Barang berharga berupa perhiasan miliknya juga raib. Kasus itu diketahui setelah anak korban mencari keberadaannya.
Kebetulan, anak korban masih tinggal satu kampung, namun berbeda RT. Warga yang mengetahui anak korban melakukan pencarian berinisiatif untuk mengintip dari luar jendela rumah. Karena curiga, mereka membuka paksa pintu rumah.
Maisunah akhirnya ditemukan di tempat salat. Dia tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa. Di tubuhnya terdapat beberapa luka. Seperti di bagian dada. Juga ditemukan bekas cekikan di leher, dan mata yang lebam.
Miftahul Rohmah, salah seorang tetangga ikut terkejut dengan kematian Maisunah. Sebab sebelumnya tidak terdengar teriakan atau suara lain yang mencurigakan. ”Kalau terdengar suara, tentu kami langsung mendatangi Bu Sunah untuk menolong,” kata dia.
Tidak terlihatnya aktivitas mencurigakan dari rumah Maisunah membuat Miftah dan warga lain heran. Apalagi, rumah Maisunah berada di tengah-tengah permukiman padat penduduk. Jalan permukiman menjadi satu-satunya akses menuju salah satu destinasi di Kecamatan Pujon yakni Kafe Sawah.
Beberapa hari sebelum kejadian juga tidak ada desas-desus orang asing yang berseliweran di kampung. ”Jadi warga tidak ada yang tahu,” tambah Miftah. Namun dia sempat mendengar cerita dari tetangga lain bahwa korban pernah mengeluhkan sepasang sandal. Sepasang sandal itu ditemukan di atas lemari rumah pada Selasa lalu (12/8). Belum diketahui siapa pemilik sandal sampai Maisunah ditemukan tidak bernyawa.
Semasa hidup, Maisunah dikenal akrab dengan tetangga. Dia rutin bersantai di teras rumah. Pada Kamis lalu (14/8), korban masih terlihat mengikuti tahlil. Selepas tahlil, sang anak masih mengantarkan Maisunah pulang ke rumahnya. ”Tapi Jumat itu seharian tidak terlihat,” sambung Miftah.
Warga menemukan jenazah Maisunah sekitar pukul 19.00. Untuk memeriksa kondisi korban, warga sempat memanggil kepala desa dan bidan. Sekitar pukul 22.00, jenazah dievakuasi pihak kepolisian ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Hasta Brata Batu.
Dari informasi warga, ada beberapa barang berharga yang hilang. Seperti sembilan cincin, sertifikat, kalung, dan gelang. ”Tim masih melakukan pendalaman serta berkoordinasi dengan Direktorat Kriminal Umum Polda Jawa Timur,” kata Kasat Reskrim Polres Batu Ipda Joko Suprianto.
Pihaknya juga sudah melakukan olah TKP. Olah TKP dilakukan dua kali. Yang pertama pada Jumat malam (15/8) pukul 19.30. Selanjutnya kemarin (16/8) pukul 12.30. (mel/by)
Editor : A. Nugroho