Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Normalisasi Sungai Tirtoyudo Tergarap 50 Persen

A. Nugroho • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 17:41 WIB

CEGAH BANJIR: Pendangkalan di Sungai Sat, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo sudah tertanggulangi setelah dilakukan pengerukan menggunakan dua unit ekskavator kemarin.
CEGAH BANJIR: Pendangkalan di Sungai Sat, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo sudah tertanggulangi setelah dilakukan pengerukan menggunakan dua unit ekskavator kemarin.

TIRTOYUDO - Normalisasi dua sungai untuk mencegah banjir tahunan di Tirtoyudo terus berlanjut. Pengerjaan di Sungai Sat, Desa Purwodadi sudah rampung, sehingga kini menunggu pengerjaan tahap dua.

 

Sedangkan satu titik lain, yakni Sungai Tundo belum digarap. Jika tidak ada aral melintang, pengerjaan normalisasi sungai di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo itu dimulai akhir Agustus depan. Dengan demikian, proyek normalisasi pencegah banjir sudah tergarap separo atau 50 persen.

 

Seperti diberitakan, normalisasi dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Kemen PU bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Pengerjaan tahap I dimulai di Sungai Sat pada 8 Juli lalu. Teknisnya adalah pengerukan pendangkalan menggunakan dua unit alat berat. Selain pengerukan, juga membangun tanggul di lokasi.

DIKEBUT: Petugas dari BBWS Kemen-PU dan BPBD Kabupaten Malang memantau proses pengerukan sungai kemarin.
DIKEBUT: Petugas dari BBWS Kemen-PU dan BPBD Kabupaten Malang memantau proses pengerukan sungai kemarin.

“Sisi tanggul yang terbangun di kanan 665 meter, sisi kiri 560 meter. Lebar tanggul mulai dari 3 sampai 7 meter menyesuaikan kondisi sungai,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin.

 

Pekerjaan di Sungai Sat yang dimulai pada 8 Juli lalu, rampung pada Kamis (21/8). Kini tinggal memulai pekerjaan di Desa Pujiharjo, sekitar 7,6 kilometer dari lokasi sungai. Di sana, pihaknya akan mengeruk dan membangun tanggul sepanjang 1,6 kilometer. 

 

Sadono menyebut, normalisasi akan lebih menemui banyak tantangan. Lantaran di sana lebih banyak batuan sungai ukuran besar ketimbang di Purwodadi. Untuk pekerjaan awal, pihaknya akan mengoperasikan dua ekskavator terlebih dahulu. “Ada satu unit lagi, tapi dilihat nanti perkembangannya. Kalau dibutuhkan lagi bisa kami operasikan,” kata dia. Pekerjaan tersebut rencananya akan dimulai pada 28 Agustus depan. Tidak bisa langsung karena terganjal adanya pengecoran jalan lintas Lenggoksono-Pujiharjo. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#tirtoyudo #proyek #Banjir #Kabupaten Malang #Cegah