KEPANJEN- Meski sesekali masih hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang siaga kekeringan. Khususnya di desa-desa yang selama ini kerap mengalami kekeringan.
Sementara ini dua desa di Malang utara sudah dinyatakan bebas kekeringan. Hal itu diutarakan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan. Dia mengatakan, pada 2023 dan 2024, Singosari dan Jabung dinyatakan sebagai daerah rawan kekeringan. “Per tahun ini, dua kecamatan itu tidak lagi masuk, karena 2024 tidak ada permintaan air ke sana,” kata dia.
Berkaca dari penanganan 2024, Sadono menyebut kekeringan berpotensi terjadi di Malang selatan. “Kecuali Dampit, Tirtoyudo, dan Ampelgading, yang belum pernah menyatakan kekeringan,” imbuh Sadono.
Kecamatan di Malang selatan yang sering dilanda kekeringan adalah Donomulyo, Kalipare, Gedangan, Pagak, dan Sumbermanjing Wetan (Sumawe). Sedangkan untuk desa langganan kekeringan adalah Kalipare, Putukrejo dan Arjowilangun di Kecamatan Kalipare. Sumberoto dan Mentaraman di Kecamatan Donomulyo. Desa Sumberbening, Kedungbanteng, Sumberagung, dan Sitiarjo di Kecamatan Sumawe. Kemudian Tumpakrejo, Gedangan dan Sumberejo di Kecamatan Pagak. Lebih dari 5 juta liter air bersih digelontorkan ke desa-desa tersebut.
Pihaknya belum menetapkan status gawat darurat kekeringan lantaran masih ada hujan di beberapa wilayah. Tapi sudah mempersiapkan diri untuk pengiriman air ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan. Yakni dengan tandon air ukuran 1.200 liter dan tangki air 5 ribu liter. “Kami telah siap 50 unit tandon, 20 di antaranya tambahan tahun ini dari BPBD Provinsi Jatim. Untuk truk tangki 9 unit, kolaborasi lintas sektor,” sebut Sadono.
Selain dari BPBD, tandon tersebut juga berasal dari PMI Kabupaten Malang, Jasa Tirta Bendungan Sengguruh, Perumda Tirta Kanjuruhan dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang.(biy/dan)
Editor : A. Nugroho