KROMENGAN – Desa-desa di Bumi Kanjuruhan yang sebelumnya kerap dilanda kekeringan kini mulai menyiapkan langkah antisipasi. Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan melaksanakan proyek pipanisasi.
Sebelum pipa dipasang, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terjun ke lapangan pada Senin lalu (1/9). Mereka menyurvei titik sumber air, sehingga pemasangan pipa tepat sasaran.
Kasi Logistik BPBD Kabupaten Malang Isa Anshori mengatakan, pipanisasi tersebut akan dilaksanakan hanya pada satu dusun. Yaitu Dusun Balokan, Desa Kromengan. Ia menyebut bahwa desa tersebut memiliki riwayat kekeringan parah. “Di sana (Dusun Balokan) pernah kekeringan pada 2023 lalu. Yang terdampak sekitar 400 kepala keluarga (KK),” kata di sela meninjau lokasi . Tapi pada 2024, wilayah tersebut, termasuk seluruh Kecamatan Kromengan tidak mengalami kekeringan.
Isa menambahkan, hasil survei untuk pembangunan sarana penyaluran air bersih ke warga mengungkap bahwa hanya ada 1 sumber air yang dapat dimanfaatkan. Yaitu Sumber Nggawung di dusun tetangga, yaitu Dusun Nggawung, Desa Kromengan.
Penyaluran air tersebut membutuhkan pipa sepanjang 2,2 kilometer. Air dari pipa kemudian ditampung ke tandon yang terpasang di Balokan. ”Sumber air di sana cukup banyak volumenya. Perkiraan kami bisa mengairi lebih dari 400 KK,” kata dia. Artinya, kebutuhan air warga Dusun Nggawung dipastikan tidak akan terganggu karena ada penyaluran ke dusun sebelahnya.
Disinggung soal kapan akan dilaksanakannya proyek tersebut, Isa mengaku belum mengetahui. BPBD hanya ditugaskan untuk menyurvei saja. Terlebih, dana untuk pipanisasi tersebut juga bukan berasal dari Dana Desa (DD) setempat. Melainkan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho