PAKIS – Prajurit TNI AU di Pangkalan Udara Lanud Abdulrachman Saleh tidak sekadar handal dalam urusan menerbangkan pesawat. Mereka juga lihai dalam mengelola perkebunan. Itu dibuktikan dengan mampu memproduksi 420 ton jeruk jenis siam.
Tenaga Teknik Lapangan Budidaya Jeruk Lanud Abdulrachman Saleh Sertu Kasani menyampaikan, terdapat 10 hektare lahan jeruk yang dikembangkan. Awal penanaman pada akhir 2014 atau awal 2015 dengan penanaman pertama sekitar 4 hektare. ”Bibitnya dari beberapa komunitas, termasuk koperasi. Sekitar 2,5 tahun berikutnya, jeruk mulai berbuah,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Hingga tahun ini, pohon yang usianya sudah belasan tahun tersebut terus berbuah. Setiap pohon mampu menghasilkan 70 kilogram jeruk per tahun. Sedangkan pohon yang berusia empat tahun, mampu berbuah sampai 50 kilogram jeruk per tahun. Sehingga rata-rata, lahan tersebut mampu menghasilkan 60 kilogram per tahun.
”Jumlah pohon per hektare berbeda-beda, tergantung jarak tanam. Untuk jarak tanam 4x4 meter ada sekitar 600 pohon dan 3x3 meter sekitar 800 pohon. Kalau kita ambil rata-rata, ada 7.000 pohon di lahan 10 hektare,” kata Kasani. Dengan jumlah pohon sekitar 7.000, maka per tahunnya, lahan tersebut mampu memproduksi sekitar 420 ton jeruk.
Dia menjelaskan, penanaman jeruk tersebut merupakan bagian sosialisasi, bahwa di Kecamatan Pakis juga dapat ditanam jeruk. Sehingga masyarakat yang ingin menanam jeruk bisa belajar ke Lanud Abdulrachman Saleh. Mulai dari proses penanaman, pemangkasan, jenis-jenis hama dan penanganannya, hingga pemberian pestisida yang sesuai.
”Karena ini termasuk lahan tadah hujan, maka kami memiliki kendala pengairan, tetapi kami tidak bisa mencegah terjadinya kekurangan air. Namun, kami bisa mengatasi dengan pemberian nutrisi lebih,” kata dia. Sebab, jika sudah kekurangan air, buah dapat menua lebih cepat dan ukurannya lebih kecil. Oleh karena itu, perlu tambahan nutrisi supaya pada musim panen berikutnya, produksinya bisa membaik.
Perlu diketahui, komoditas jeruk menjadi salah satu buah yang diunggulkan di Kabupaten Malang. Utamanya jeruk siam yang produksinya terus meningkat setiap tahunnya. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, pada 2023, jumlah produksi jeruk siam sekitar 353,14 ribu ton. Kemudian, 2024, produksinya meningkat sebesar 23,66 ribu ton menjadi 376,81 ribu ton. (yun/gp)
Editor : A. Nugroho