KEPANJEN – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025 mengalir ke sejumlah perangkat daerah (PD), salah satunya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang. Kemarin, disperindag menggelar pelatihan giling rokok di Hotel Grand Miami, Kepanjen.
Pelatihan digelar delapan kali. Masing-masing pelatihan ada 50 peserta. Sehingga jika ditotal ada 400 peserta. “Sebelumnya sudah 350 peserta yang kami latih. Semuanya sudah diterima masuk di industri tembakau,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Malang M. Nur Fuad Fauzi kemarin.
Dia menyebut, setiap pelatihan ada evaluasi. “Karena memang tidak hanya pelatihan giling. Ada juga aspek manajemen untuk meningkatkan performa industri tembakau di Kabupaten Malang,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, peserta pelatihan mayoritas belum memiliki pengalaman melinting rokok. Sehingga mereka diajari oleh pemateri dari PT Gudang Baru Berkah. Mulai dari pengenalan alat, cara pengaturan alat, hingga melinting rokok dengan baik dan benar. Alat-alat sudah disediakan. Mulai dari alat linting, tembakau, hingga lem.
Dia juga menyebut, tahun ini disperindag memperoleh Rp 2,5 miliar dari DBHCHT. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai pelatihan, penegakan hukum, hingga pendataan mesin-mesin linting. “Kami berharap, pelatihan ini bisa berimbas terhadap peningkatan industri hasil tembakau di Kabupaten Malang. Jika produksi meningkat, DBHCHT juga akan meningkat,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) PT Gudang Baru Berkah Fariz Ash Siddiq menyampaikan terdapat berbagai materi yang disampaikan. Seperti dasar-dasar penggilingan SKT dan diameter rokoknya. “Rokok yang beredar itu kan punya standar masing-masing. Dan Alhamdulillah karena trainernya dari kami, jadi bisa langsung tahu bagaimana standar kami,” kata Fariz.
Pelatihan tersebut merupakan batch kedua yang dilaksanakan PT Gudang Baru Berkah dan 50 orang yang mengikuti akan direkrut sebagai karyawan. Pada pelatihan yang pertama, pihaknya sudah merekrut 50 orang.
(yun/dan)
Editor : A. Nugroho