Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

BPBD Kabupaten Malang Catat 53 Kejadian Bencana Selama Delapan Bulan Terakhir

A. Nugroho • Sabtu, 13 September 2025 | 16:42 WIB

 

ROBOH: Atap dapur rumah milik Slamet di Gandungsari, Tirtoyudo roboh akibat intensitas hujan tinggi pada Rabu (10/9).
ROBOH: Atap dapur rumah milik Slamet di Gandungsari, Tirtoyudo roboh akibat intensitas hujan tinggi pada Rabu (10/9).

KEPANJEN – Selama delapan bulan terakhir, Kabupaten Malang diguncang 53 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem. Hujan lebat dan angin kencang menimbulkan kerusakan rumah, pohon tumbang, dan fasilitas umum. Bahkan di tengah malam warga terpaksa menghadapi atap yang roboh.

 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, bencana itu berasal dari fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, serta gangguan atmosfer Low Frequency yang melintasi wilayah Jawa Timur. ”BMKG Stasiun Meteorologi Juanda memprediksi kondisi ini masih terjadi satu pekan ke depan sampai 17 September 2025,” katanya.

 

Kejadian terbaru terjadi di Desa Gandungsaru, Tirtoyudo, Rabu (10/9) pukul 03.00. Rumah milik Slamet rusak akibat hujan deras disertai angin kencang selama dua hari. ”Hujan terus-menerus disertai hembusan angin kencang membuat atap dapur runtuh,” ujar Sadono.

Beruntung, tidak ada korban jiwa karena tidak ada aktivitas di dapur saat kejadian. Namun kerugian materiil dialami pemilik rumah.

 

Sadono menambahkan, dari 53 kejadian yang tercatat, sebagian besar disebabkan intensitas hujan lebat dan angin kencang. Angin kencang paling banyak terjadi pada Maret sebanyak 11 kejadian yang merusak rumah, fasilitas umum, dan menumbangkan pohon. Selain itu, cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana lain. Termasuk longsor, banjir, dan banjir bandang, terutama di daerah rawan.

 

BPBD Kabupaten Malang mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan bencana. ”Saat ini status Kabupaten Malang berada dalam transisi dari darurat ke pemulihan,” beber Sadono. Seluruh sumber daya, baik peralatan maupun petugas, siap siaga bila terjadi bencana. Status bisa berubah naik atau turun tergantung skala kerusakan yang terjadi.

Pihaknya terus memantau kondisi cuaca dan perkembangan bencana agar warga selalu mendapatkan informasi cepat dan akurat. Dengan kesiagaan ini, diharapkan risiko kerugian akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan. (yad/adn)

 

 

Editor : A. Nugroho
#cuaca ekstrem #kerusakan #malang kabupaten #BPBD #Bencana