PAKISAJI - Sejak Januari 2025, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) rutin diluncurkan lembaga pemerintah. Satu tujuannya, sebagai upaya menjaga stabilisasi harga di pasar. Kemarin (12/9), Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang menjual beras tersebut dalam giat Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kepala DKP Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi menyampaikan, kegiatan itu disambut antusias warga sekitar. Utamanya dari Desa Pakisaji. Sejak pukul 08.00 WIB, warga hadir di halaman kantor DKP Kabupaten Malang. ”Alhamdulillah, sampai (pukul 10.00 WIB), sudah banyak yang habis. Khususnya beras yang paling banyak dibeli (diburu) masyarakat,” ucapnya ditemui kemarin.
GPM tersebut rutin digelar setiap Jumat pekan kedua. Beras SPHP yang disediakan sekitar 2 ton. Beras tersebut dijual dengan harga Rp 55 ribu per kemasan 5 kilogram. Selain beras SPHP, juga ada beras merek lain, seperti Berkah Tani, Indonesia, Kecombrang, Anak Soleh, Jatim Cetar, Radja Lele, dan Gumul. Harganya bervariasi. Mulai Rp 69 ribu per kemasan 5 kilogram hingga Rp 76 ribu per kemasan 5 kilogram.
Dalam acara itu, juga tersedia tepung terigu, telur, minyak goreng, sayur-mayur, dan gula. ”Kami juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM di sekitar sini, jadi kami ikut menjual produk-produk mereka,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Mahila menjelaskan, GPM sudah digelar beberapa kali di Kabupaten Malang. Sekitar dua pekan lalu juga dilaksanakan serentak di seluruh kecamatan. Di beberapa titik, pendistribusian juga dibantu Polres Malang. Namun, mayoritas GPM memprioritaskan penjualan beras murah untuk mewujudkan ketahanan pangan di masyarakat. ”Dari Januari sampai saat ini, beras SPHP sudah terserap 14.553 ton,” ucapnya.
Selain dijual saat GPM, beras SPHP juga dijual di 21 pasar tradisional. Seperti Pasar Kepanjen, Singosari, Pakisaji, Ngantang, hingga Sumbermanjing Wetan. Bagi pedagang yang ingin menjual beras SPHP, harus mengajukan permohonan di DKP Kabupaten Malang untuk dibuatkan surat pengantar. Sehingga bisa memasok beras tersebut dari Badan Usaha Logistik (Bulog) (yun/gp).
Editor : A. Nugroho