KEPANJEN – Rencana Universitas Brawijaya (UB) mendirikan fakultas vokasi di Kepanjen, Kabupaten Malang bakal berdampak terhadap sektor ekonomi. Setelah beroperasi, perekonomian masyarakat diperkirakan akan meningkat. Sebab, perputaran uangnya akan besar, bahkan diperkirakan mencapai puluhan miliar.
Bupati Malang H M. Sanusi mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan dengan pihak universitas supaya mahasiswa jenjang S1 dapat menempati UB Kepanjen. Tujuannya agar mahasiswa membelanjakan uangnya di Bumi Kanjuruhan. Diperkirakan ada 25 ribu mahasiswa yang akan menempuh studi di kampus tersebut. ”Jika satu mahasiswa menghabiskan Rp 2 juta per bulan, maka sekitar Rp 50 miliar uang berputar di Kepanjen,” kata Sanusi.
Perputaran uang tersebut untuk biaya tempat tinggal yang berupa kos atau kontrakan, makan dan minum sehari-hari, serta keperluan lainnya. Imbasnya, Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) juga dapat tumbuh, sehingga perekonomian meningkat.
Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Kanjuruhan, UB di Kepanjen termasuk perluasan kedua di Malang Raya setelah kampus di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau. Kampus di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen tersebut akan dibangun di lahan dengan luas sekitar 30 hektare. Anggaran yang dikucurkan pun cukup besar. Yakni sekitar Rp 115 miliar. Awal 2025 lalu, Sanusi beserta jajaran perangkat daerah (PD) sudah meninjau lahan tersebut.
Selain di Kepanjen, dia menyebut, di Kabupaten Malang juga akan ada pembangunan gedung perguruan tinggi lain. Salah satunya Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) yang akan dibangun di Kecamatan Turen. Lahan yang disiapkan Pemkab Malang sekitar 15 hektare. Sedangkan di Singosari, tepatnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, sudah berdiri kampus bertaraf internasional King’s College London (KCL). “Kami harap, anak-anak di pelosok dapat melanjutkan pendidikan yang dekat dengan rumahnya,” kata dia.
“Dulu, akses pendidikan tinggi di Malang selatan sangat sulit. Sekarang akses semakin banyak,” imbuh orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu. Sehingga anak-anak dapat melanjutkan pendidikannya setelah lulus dari SMA. Harapannya, kualitas SDM di Kabupaten Malang meningkat, sehingga mampu bersaing dengan putra-putri dari daerah lainnya. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho