Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Datangi Sitiarjo, Bupati Malang Bagikan Kasur Lipat dan Kompor untuk Warga Terdampak Banjir

Aditya Novrian • Senin, 22 September 2025 | 16:52 WIB
PEDULI: Bupati H M. Sanusi (kiri) membagikan bantuan kepada warga Sitiarjo yang terdampak banjir kemarin.
PEDULI: Bupati H M. Sanusi (kiri) membagikan bantuan kepada warga Sitiarjo yang terdampak banjir kemarin.

SUMAWE - Banjir besar kembali melanda wilayah Malang Selatan. Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu dini hari (20/9) membuat Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, lumpuh. Empat dusun terendam, 2.228 jiwa terdampak.

Pantauan Radar Kanjuruhan kemarin (21/9), lumpur sisa banjir masih menutup akses jalan masuk desa. Teras-teras rumah dipenuhi kasur dan sofa yang dijemur warga. Batang-batang pohon terbawa arus menumpuk di pinggir jalan. Debu tebal berterbangan ketika angin kencang bertiup, maklum lokasi desa tak jauh dari pantai Sendangbiru.

Bupati Malang H M. Sanusi mengakui Sitiarjo merupakan kawasan langganan banjir. Letaknya dekat muara sungai yang berhulu di wilayah utara. ”Jadi kalau di Klepu hujan deras, mesti banjir,” terang Sanusi.

Pemkab bersama Forkopimda sudah menyalurkan bantuan untuk 830 kepala keluarga terdampak. Paket yang dibagikan berupa bantuan keluarga 281 paket, pakaian 140, sembako, alat kesehatan 144, matras 49, hingga kompor 145 unit. ”Bantuan ini untuk meringankan beban warga yang rumahnya terendam,” kata Sanusi.

Sanusi menegaskan, setiap tahun pihaknya melakukan mitigasi. Namun, relokasi selalu ditolak masyarakat. ”Masyarakat enggak mau (direlokasi),” jelasnya. Warga sudah menganggap banjir sebagai tamu tahunan. Bahkan, Desa Sitiarjo kini masuk kategori desa tangguh bencana. ”Kalau banjir, mereka sudah tahu langkahnya. Lari ke hutan atau gunung di belakang desa,” tambahnya.

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menuturkan, jalur Malang–Sendangbiru yang melewati desa itu sempat lumpuh karena air setinggi lebih dari 1 meter. Polres bersama Polsek Sumbermanjing Wetan langsung melakukan evakuasi dan mendirikan posko di Balai Desa. ”Personel juga membantu warga membersihkan lumpur yang menutupi rumah maupun jalan,” terang Bambang.

Selain Polri, unsur BPBD Kabupaten Malang, Tagana, SAR Awangga, TNI AL Sendangbiru, Malang Selatan Rescue, hingga relawan lokal turut bergerak. Mereka gotong royong mengevakuasi warga, menyalurkan logistik, dan membersihkan desa.

”Polres Malang tetap siaga mengantisipasi potensi banjir susulan. Kami imbau warga tetap waspada karena intensitas hujan di wilayah selatan masih cukup tinggi,” pungkas Bambang. (yad/adn)

Editor : A. Nugroho
#sumawe #Bupati #Banjir #malang #BPBD