DONOMULYO - Petani garam di Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo harus putar otak untuk menggenjot pemasaran. Salah satunya dengan menyasar kalangan peternak. Oleh karena itu, garam lokal tersebut perlu dikemas menyesuaikan kebutuhan peternak. Kemudian untuk pemasarannya menggandeng dapat Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Ketua Kelompok Usaha Garam (KUGAR) Sumberoto Makmur Sejahtera Edi Santoso mengatakan, pihaknya akan menjual garam untuk campuran pakan sapi dan kambing. Harganya berkisar Rp 2 ribu per kilogram. “Rencananya akan dijual melalui Kopdes Merah Putih Sumberoto. Sekarang sedang disiapkan desain kemasannya,” terang dia kemarin (22/9).
Untuk harga jual dan besaran kemasannya masih dalam proses perhitungan. Selain kemasan kilogram, pihaknya juga akan menjual dalam bentuk karung. Dia menegaskan, garam yang dia jual untuk ternak bukan jenis garam yang putih bersih. Tapi warnanya sedikit keruh.
Menurutnya, pangsa pasar untuk garam ternak di Sumberoto cukup besar. Oleh karena itu, produksi untuk keperluan ternak didahulukan. “Untuk kawasan pesisir sebenarnya banyak yang minta,” kata dia.
Selain mencari laba, keputusan menjual garam ternak adalah upaya KUGAR dalam menutup pengeluaran produksi yang menghabiskan Rp 800 ribu. Dengan produksi rata-rata 4 ton sekali panen, maka biaya produksinya mencapai Rp 3,2 juta.
Selain garam ternak, dia mengatakan, produk lain yang akan dijual melalui Kopdes Merah Putih Sumberoto adalah air sisa kristalisasi garam untuk bahan pengental alami tahu. Rencananya bakal dijual Rp 3 ribu per liter selagi persediaan masih ada.
Langkah menyasar peternak karena produksi garam untuk konsumsi masyarakat belum dimulai. Hal itu karena belum adanya rumah produksi di atas lahan tepi pantai tersebut. “Gudang produksi dan alat-alatnya belum ada,” kata Edi.(biy/dan)
Editor : A. Nugroho