Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

44 Ribu Hektare Sawah di Kabupaten Malang Andalkan Irigasi

A. Nugroho • Minggu, 28 September 2025 | 17:17 WIB
BERTANI: Seorang petani mengolah lahan pertanian di kawasan Jalur Lingkar Barat (Jalibar) sebelum proses penanaman.
BERTANI: Seorang petani mengolah lahan pertanian di kawasan Jalur Lingkar Barat (Jalibar) sebelum proses penanaman.

 

KEPANJEN – Pantas saja produksi pertanian di Kabupaten Malang menurun dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya, lebih dari 50 persen irigasi tersier rusak. Dampaknya, pasokan air ke sawah irigasi tidak maksimal.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kanjuruhan mengungkap, ada 44 ribu hektare sawah irigasi di Kabupaten Malang. Dengan kata lain, produktivitasnya mengandalkan pasokan air dari irigasi. Sementara itu, panjang saluran irigasi tersier di Kabupaten Malang mencapai 1.364 kilometer. Mayoritas rusak, sehingga tidak bisa berfungsi maksimal. ”Kondisi irigasi tersier yang baik hanya ada 49.76 persen (682 kilometer/0,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Sani Putera, kemarin (24/9).

Kerusakan irigasi tersier tersebut merata di semua kecamatan. Namun ada dua kecamatan yang membutuhkan perhatian serius, yakni Bantur dan Donomulyo. Di Kecamatan Bantur ada empat desa yang mengalami kerusakan irigasi tersier, di antaranya Tempursari, Purwodadi, Banjarejo, dan Donomulyo.

Sedangkan untuk Bantur, kerusakan terjadi di DAM 1 dan DAM 2. ”Ini mengakibatkan dampak pada ratusan hektare lahan sawah kemudian tidak terairi,” beber Avicenna.

Menurut Avicenna kondisi tersebut berakibat pada jumlah produksi tanaman, khususnya padi. Hal ini mengakibatkan banyak petani yang pada akhirnya memilih untuk beralih komoditas dari tanaman padi ke tanaman jagung. “Hal itu dilakukan karena petani harus tetapi melakukan produksi sehingga memilih tanaman jagung yang tidak membutuhkan air sebanyak padi,” pungkas Avicena. (yad/dan)

Editor : A. Nugroho
#DTPHP #Sawah #Kabupaten Malang #pasokan air #irigasi