KEPANJEN - Mulai bulan depan, Bus Trans Jatim diperkirakan bakal beroperasi di Malang Raya. Sampai saat ini, masih ada potensi gesekan rute dengan Angkutan Pedesaan (Angdes).
Khususnya yang beroperasi dari Terminal Landungsari. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang belum bisa merespons banyak. Sebab, kebijakan penentuan rute berada pada operator bus.
Seperti diberitakan sebelumnya, bus Trans Jatim koridor pertama di Malang Raya akan melayani rute Terminal Hamid Rusdi (Gadang) - Landungsari - Batu. Lewat Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Ki Ageng Gribig, Balai Kota Malang, Kajoetangan Herritage, Jalan Veteran, dan Jalan Gajayana.
Informasi yang beredar, operator bus di rute tersebut adalah PO Bagong. Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas Angkutan Jalan (UP3 LLAJ) Malang M. Binsar Garchah Siregar yang dikonfirmasi koran ini enggan memberi komentar banyak. ”Memang beredar isu di media sosial begitu (Bagong sebagai operator), tapi itu belum fixed,” kata dia.
Sementara itu, operasional bus medium tersebut juga berpotensi bersinggungan dengan angdes yang beroperasi dari Terminal Landungsari. Rute-rute tersebut antara lain: Landungsari-Batu, Landungsari-Pendem-Karangploso-Batu dan Landungsari-Karangploso.
Untuk rute tujuan Batu, pengelolaannya ada di Dishub Provinsi Jatim. Sementara Landungsari-Karangploso di bawah Dishub Kabupaten Malang.
Kabid Angkutan Dishub Kabupaten Malang Tri Hermantoro mengatakan, angdes Landungsari-Karangploso terdata ada 15 unit.
”Tapi yang beroperasi itu tidak banyak, kadang dua kadang tiga. Bahkan pernah tidak jalan sama sekali,” kata dia. Dari pengamatan wartawan koran ini di Terminal Landungsari dan Karangploso kemarin (1/10), unit angdes dengan warna khas putih itu tidak terlihat beroperasi.
Malah, lebih banyak angdes tujuan Kota Batu dan rute Singosari-Karangploso. Tri menambahkan, singgungan rute bus Trans Jatim dengan Angdes tersebut hanya terjadi di lintas Landungsari-Pertigaan Pendem untuk rute Landungsari-Karangploso dan Landungsari-Karangploso-Batu. Jaraknya kurang lebih satu kilometer.
Beranjak dari itu, potensi gesekan tetap ada walau terbilang kecil. ”Sekarang boleh terlihat tenang-tenang saja karena tidak beroperasi. Tapi bisa jadi begitu bus sudah jalan, semuanya tiba-tiba beroperasi dan melayangkan protes, itulah yang kami hindari,” ucap dia.
Sejauh ini, belum ada pertemuan antara Dishub Kabupaten Malang dengan para pengemudi angdes Landungsari-Karangploso. ”Mitigasi gesekan dengan bus Trans Jatim kami serahkan ke operator. Sementara ini, kami sudah mulai sosialisasi mulut ke mulut mulai dari terminal kami di Karangploso,” tandas dia. (biy/by)
Editor : A. Nugroho