Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sesar di Wilayah Utara Jawa Timur Berpotensi Sebabkan Gempa

Bayu Mulya Putra • Jumat, 3 Oktober 2025 | 17:10 WIB

 

TERUS DIPANTAU: Salah satu staf Stasiun Geofisika BMKG Karangkates menunjukkan layar yang digunakan untuk memonitor gem
TERUS DIPANTAU: Salah satu staf Stasiun Geofisika BMKG Karangkates menunjukkan layar yang digunakan untuk memonitor gem

 

SUMBERPUCUNG - Gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Malang mayoritas disebabkan pergerakan lempeng tektonik di lepas pantai selatan. Namun beberapa waktu lalu, terjadi gempa yang berasal dari pergerakan sesar atau patahan di wilayah utara Jawa Timur. Data BPBD mencatat, sampai akhir September lalu sudah ada 146 gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Malang.

Akan tetapi, lebih banyak dalam skala richter (SR) kecil sehingga tidak terjadi dampak. ”Kebanyakan dari angka itu pergerakan tektonik di Malang selatan antara lempeng Eurasia dengan Indo-Australia,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.

Gempa yang terjadi pada 30 September lalu dengan 6,5 SR juga terasa di Malang. Namun pusat gempa pukul 23.49 tersebut bukan berasal Malang selatan. Melainkan dari lautan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, atau 58 kilometer arah tenggara Sumenep dengan kedalaman 12 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Ma’muri mengatakan, gempa tersebut diduga berasal dari sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala (RMKS). ”Berdasar laporan yang kami terima, dengan melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal. Akibat adanya aktivitas sesar aktif bawah laut,” sebut dia.

Beruntung, gempa itu tidak menimbulkan potensi tsunami. Ma’muri menambahkan, pusat gempa yang bukan di Malang Selatan juga terjadi pada 25 September lalu pukul 16.04. Episentrum gempa kala itu berada di 46 kilometer arah timur laut Kabupaten Banyuwangi. Skalanya 5,7 SR dan kedalaman 12 kilometer. Tidak berpotensi tsunami tapi cukup terasa getarannya di Malang.

Di sisi lain, Ma’muri mengungkapkan bahwa di wilayah utara juga menyimpan potensi gempa bumi yang berasal dari sesar aktif. Pasalnya di wilayah utara Jawa Timur ada enam sesar. Yakni sesar naik Pati, kendeng dengan 6 segmen (Demak, Purwodadi, Cepu, Blumbang, Surabaya dan Waru), sesar Pasuruan, Probolinggo, Wongsorejo, dan RMKS.

Keenam sesar tersebut sama-sama memiliki ancaman yang dapat mengguncang Malang. ”Tapi tergantung kekuatan dan kedalaman dari pergerakan sesar itu. Semakin besar dan dangkal maka semakin terasa,” tandas Ma’muri. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#gempa bumi #Pergerakan Lempeng Tektonik #Kabupaten Malang