SUMAWE - Sejak September sampai awal Oktober ini sudah terjadi dua kali banjir dan longsor di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe). Yang pertama terjadi pada 19 September lalu. Berikutnya terjadi pada 1 Oktober lalu. Total, ada 589 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dari dua musibah tersebut.
”Untuk banjir tanggal 19 September dan 1 Oktober terjadi di Desa Kedungbanteng dan Sitiarjo. Untuk longsor itu kejadiannya 1 Oktober di Desa Kedungbanteng,” sebut Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.
Pada kejadian terbaru, banjir dan longsor sama-sama terjadi pada 1 Oktober sekitar pukul 16.30. Luapan air dari Sungai Tempuran menyebabkan empat rumah warga terendam. Selanjutnya ada lima rumah yang terkena longsor akibat arus banjir tersebut. Banjir juga merendam satu fasilitas umum (fasum) berupa TK Dharma Wanita I.
Sadono menyebut, dalam kejadian tersebut, salah satu keluarga terdampak longsor terpaksa mengungsi ke saudaranya karena khawatir longsor susulan. ”Ada beberapa keluarga yang sudah terima bantuan. Sementara ini kami masih data apa-apa saja yang dibutuhkan warga,” ucap dia.
Sementara pada 19 September lalu terjadi banjir dari luapan Sungai Panguluran yang merendam 580 KK di empat dusun di Desa Kedungbanteng dan Sitiarjo. ”Jumlah KK itu setara dengan jumlah rumah yang terdampak. Kalau KK-nya ganda, tidak kami masukkan dalam data,” kata Sadono. Seluruh keluarga terdampak itu sudah menerima bantuan. (biy/by)
Editor : A. Nugroho