Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kontrol Ketat Makanan Santri, Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Malang Zero Insiden

Galih R Prasetyo • Senin, 13 Oktober 2025 | 16:53 WIB
PUNYA DAPUR SENDIRI: Juru masak di dapur Ponpes Daarul Ukhuwwah sedang mengolah terong sebelum dihidangkan untuk para santri dan ustad.
PUNYA DAPUR SENDIRI: Juru masak di dapur Ponpes Daarul Ukhuwwah sedang mengolah terong sebelum dihidangkan untuk para santri dan ustad.

Sebelum adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Ukhuwwah, Dusun Bamban, Desa Asrikaton, Pakis, Malang sudah memenuhi kebutuhan makanan santri secara mandiri. Menyediakan 2.400 porsi dalam sehari. Ada enam juru masak yang bertugas.

Hadirnya program MBG membuat aktivitas dapur penyedia makanan untuk santri Daarul Ukhuwwah berubah. Juru masak Ponpes hanya menyediakan makanan pada jam pagi dan sore. Sedangkan saat siang hari, para santri mengonsumsi MBG.

Meski begitu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makan untuk santri bukan dari pihak ketiga. SPPG penyedia MBG milik Yayasan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah yang letaknya satu kompleks dengan pesantren. Alhasil, proses controlling bahan dan pengolahan makanan lebih mudah.

Alhamdulillah sejauh ini belum ada kendala MBG hanya santri sering mengatakan porsi (MBG) nasi kurang,” kata Ustad Hasan selaku kepala dapur Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah kepada Jawa Pos Radar Malang. Selama adanya program MBG, dapur Ponpes Daarul Ukhuwwah tetap beroperasi menyediakan makanan untuk para ustad.

Hasan dan timnya tetap stand by di dapur sebagai antisipasi saat ada santri yang alergi atau tidak bisa makan menu MBG. Mereka akan membuatkan makanan yang sesuai kebutuhan santri. Pondok Pesantren yang sudah berdiri sejak 18 Desember 2009 silam itu kini memiliki 750 santri. Sedangkan jumlah tenaga pengajar atau Ustad ada 50 orang.

Sebelum ada MBG, para santri dan ustad di Ponpes Daarul Ukhuwwah mendapat jatah makan tiga kali sehari. Dapur Ponpes Daarul Ukhuwwah umumnya memasak makanan dua hingga empat jam.

Di dalam dapur Ponpes Daarul Ukhuwwah ada enam orang yang ditugaskan memasak setiap harinya. Tetapi dalam sekali jadwal memasak tiga orang yang bertugas. ”Untuk jadwal makan pagi itu jam 06.00 WIB, jadi dapur sudah aktif memasak itu setelah Salat Subuh,” kata Hasan.

Jenis makanan yang diolah terdiri dari karbohidrat berupa nasi, protein, dan sayur. Itu menjadi komposisi menu wajib yang di makan para santri. Setiap pagi santri selalu mendapatkan jatah nasi, tempe, dan sayur.

Sedangkan untuk makan siang dan sore lauk tempe diganti dengan menu lainnya. Seperti ayam, lele, telur, dan sebagainya. Apabila dirupiahkan jatah makan santri dan ustad dalam satu porsi senilai Rp 10 ribu.

Dalam sekali masak, Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah memasak beras sebanyak 80 kilogram, dan mengolah sayur sebanyak 30 kilogram. Semuanya dimasak dan dihidangkan dalam kondisi masih fresh.

Para santri akan berbaris di depan dapur untuk mengambil jatah makan. Satu santri mengantre dengan membawa nampan yang nantinya akan diisi makanan untuk lima orang santri. Tradisi tersebut sudah berjalan bertahun-tahun. Sedangkan untuk makanan dari program MBG, setiap santri dapat satu porsi.

 

Seperti yang diberitakan, setiap SPPG maksimal hanya melayani 3.500 porsi per harinya. Radius pelayanannya sekitar 4 hingga 6 kilometer dari SPPG. Saat ini sudah banyak SPPG yang beroperasi di Kabupaten Malang. (yad/gp)

Editor : A. Nugroho
#Ponpes #malang #santri #SPPG #makanan