MALANG - Sampah yang dihasilkan dari karnaval di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Malang ternyata luar biasa banyak. Dalam event itu. total ada 30 ton sampah yang ditinggalkan. Mayoritas tak dibuang semestinya di tempat sampah melainkan berserakan di lokasi acara.
Tumpukan sampah bahkan sempat viral di media sosial (medsos). Hal ini usai salah seorang warga mengunggah video tentang kondisi kebun yang dipenuhi tumpukan sampah usai event yang digelar 10-12 Oktober itu.
Estimasi jumlah sampah itu berasal dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang. DLH bahkan butuh lebih dari sehari untuk membersihkan sampah yang didominasi sampah plastik itu.
Plt Kepala DLH Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman atau yang akrab disapa Afi menjelaskan pihaknya perlu waktu dua hari untuk membersihkan sampah-sampah tersebut. Dilakukan sejak Senin (13/10) hingga Selasa lalu (14/10). Per hari, Afi mengirimkan tiga truk arm roll dan 19 personel penyapu jalanan.
"Satu truck bisa membawa lima ton, artinya ada 30 ton," jelas Dzulfikar. Sebenarnya, pihaknya harus membersihkan area pada Minggu siang (12/10). "Tetapi terkendala akibat belum tuntasnya pembongkaran terhadap fasilitas pendukung karnaval," kata Afi.
Kondisi tersebut membuat armada truk dari DLH tak bisa masuk ke lokasi pembersihan. Meski begitu, beberapa warga turut membantu mengambil sampah di tepi jalan.
"Diperparah dengan turunnya hujan pada (Minggu) sore," jelas Afi. Karena hujan, Afi mengatakan hari itu (12/10) pembersihan sambah urung dilakukan.
Afi mengungkapkan setelah melakukan koordinasi ulang, pembersihan bisa dilakukan pada Senin pagi (13/10). Kemudian pada pukul 15.00, hujan kembali mengguyur. Akibatnya pembersihan harus ditunda dan dilanjutkan pada hari Selasa (14/10).
Pemerintahan desa, lanjut Afi memberi dukungan pada pihaknya dengan menyediakan konsumsi untuk petugas DLH. "Termasuk panitia (karnaval) juga membantu personel kami," jelas Afi. Sampah-sampah yang terkumpul langsung dibawa DLH ke TPA.(yad/by)
Editor : A. Nugroho