Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bupati Sanusi Dukung Aspirasi Santri tentang Protes Trans7

A. Nugroho • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 15:57 WIB
SAMPAIKAN ENAM TUNTUTAN: Ratusan warga dari Pengurus NU Kabupaten Malang, alumni santri Ponpes Lirboyo dan alumni santri ponpes lainnya mendatangi Polres Malang untuk menyampaikan aspirasi kemarin
SAMPAIKAN ENAM TUNTUTAN: Ratusan warga dari Pengurus NU Kabupaten Malang, alumni santri Ponpes Lirboyo dan alumni santri ponpes lainnya mendatangi Polres Malang untuk menyampaikan aspirasi kemarin

KEPANJEN – Ratusan warga dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang, Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Kabupaten Malang, dan kelompok alumni santri pondok pesantren mendatangi Polres Malang, kemarin siang (17/10).

Mereka berkumpul sekitar pukul 13.10. Sama seperti di Kota Malang beberapa hari lalu, mereka menyampaikan protes terhadap segmen Xpose Uncensored Trans 7.

 

Sejumlah sikap dan tuntutan turut disampaikan. Salah satunya meminta pimpinan Trans 7 untuk meminta maaf secara langsung kepada pengasuh Ponpes Lirboyo. Total ada enam poin aspirasi yang disampaikan massa. Yang pertama, mengutuk keras tayangan Xpose Unsencored Trans 7 yang memuat narasi menyudutkan santri, kyai, dan Pesantren.

 

Selanjutnya menuntut Chairul Tanjung, owner Trans Corp meminta maaf secara lansung kepada romo KH M. Anwar Mansur di Pondok Pensatren Lirboyo. Dan menuntut dewan pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk melakukan penyelidikan dan menjatuhkan sanksi administratif kepada Trans 7.

 

Selain itu, massa juga menuntut aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus itu. Serta menuntut penghentian operasional dan pencabutan izin siar Trans 7.

Selanjutnya, mengintruksikan kepada seluruh kader NU, dan santri Kabupaten Malang untuk tetap menjaga ketertiban dan tetap menyuarakan perlawanan moral.

 

Aksi pernyataan sikap kemarin mendapat dukungan dari Bupati Malang H M. Sanusi. ”Kami dukung karena ini bagian aspirasi santri,” kata Sanusi yang ikut datang menemui massa.

 

Ketua PC NU Kabupaten Malang KH Hamim Kholili menerangkan, aksi kemarin adalah bentuk ketersinggungan santri seluruh Indonesia. Menurut dia, tayangan dan narasi dari Trans 7 sudah menghinakan kyai dan pesantren. ”Kami boikot Trans 7, kalau perlu izinnya dievaluasi dan dicabut,” kata Kholili.

 

Kholili menjelaskan bahwa kedatangannya di Polres Malang juga termasuk dalam bentuk pengaduan. Pengaduan itu dilakukan dalam bentuk aksi dan pernyataan sikap yang disaksikan langsung oleh Kapolres Malang. ”Apakah ada aksi lagi, kita akan lihat perkembangannya,” imbuh dia. (yad/by)

Editor : A. Nugroho
#Bupati #Himasal #Sanusi #Aspirasi #trans 7 #NU #santri #malang kabupaten