KEPANJEN – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang terus dipacu. Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pun ditambah.
Jika semula Pemkab Malang hanya menargetkan 110 dapur MBG per tahun, kini jumlah itu dinaikkan menjadi 233 titik sepanjang 2025.
Kenaikan target tersebut membuat Pemkab harus bekerja lebih cepat. Hingga pertengahan Oktober, tercatat sudah berdiri 82 SPPG di berbagai kecamatan.
Dari jumlah itu, 76 di antaranya telah beroperasi penuh. Artinya, masih ada 151 SPPG yang harus dibangun Pemkab Malang dalam sisa waktu tiga bulan ke depan agar target 233 titik bisa tercapai.
”Targetnya memang kami percepat. Tahun depan semua wilayah harus terjangkau layanan gizi agar anak-anak kita tumbuh sehat dan cerdas,” kata Bupati Malang H M. Sanusi seusai meresmikan SPPG di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Sabtu (18/10) lalu.
Dalam kesempatan itu, Sanusi juga menekankan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam setiap tahapan penyediaan makanan bergizi. Mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan baku, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.
”Kami minta semuanya disiplin SOP supaya tidak ada kasus keracunan seperti yang terjadi di daerah lain,” tegas orang nomor satu di Pemkab Malang itu.
Program MBG di Kabupaten Malang telah menjangkau 231.483 penerima manfaat. Mereka terdiri dari siswa PAUD, TK/KB, SD, SMP, hingga SMA/SMK/SLB, serta kelompok 3B yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Malang membentuk Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5.7/4072/SJ tertanggal 25 Juli 2025. Pemkab juga menyiapkan lahan pinjam pakai untuk dapur MBG seluas total 4.185 meter persegi yang tersebar di Turen, Kalirejo, dan Banturejo.
”Pemkab terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), pelaku UMKM, dan BUMDes untuk menjaga suplai bahan pangan. Semua pihak harus bergerak bersama agar target 233 SPPG bisa tercapai,” ujar Sanusi. (yun/adn)
Editor : A. Nugroho