KEPANJEN – Perbaikan dua pasar tradisional di Kabupaten Malang yakni Pasar Kepanjen dan Pasar Dampit, kini sudah separo jalan. Hingga pertengahan Oktober, progres perbaikan yang dikerjakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang mencapai sekitar 50–60 persen.
Kepala Disperindag Kabupaten Malang Muhammad Nur Fuad Fauzi mengatakan, pengerjaan dimulai sejak Agustus lalu. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 1 miliar. ”Masing-masing pasar mendapatkan Rp 500 juta,” ujarnya.
Fuad menjelaskan, perbaikan yang dilakukan bersifat pemeliharaan ringan. Di antaranya perbaikan atap, talang, lantai, drainase, serta tangga depan di Pasar Kepanjen. Menurutnya, sejumlah fasilitas itu mengalami kerusakan cukup lama dan sering dikeluhkan pedagang maupun pengunjung. ”Khusus di Pasar Kepanjen, kebocoran dan genangan air jadi keluhan utama saat hujan,” tuturnya.
Sementara itu, di Pasar Dampit, keluhan lebih beragam. Selain lantai becek saat musim hujan, jalan pasar yang rusak dan penumpukan sampah juga menjadi perhatian utama dalam perbaikan.
Fuad menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada November mendatang. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pemeliharaan pasar akan dilakukan secara berkelanjutan. ”Setiap bulan tetap kami pantau kondisinya. Kalau ada yang rusak lagi, akan masuk dalam rencana pemeliharaan berikutnya di tahun anggaran baru,” kata dia.
Upaya perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung. Sekaligus memperpanjang usia bangunan pasar yang selama ini menjadi sentra aktivitas ekonomi masyarakat di dua wilayah tersebut. (biy/adn)
Editor : A. Nugroho