TIRTOYUDO – Progres normalisasi Sungai Tundo di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, menunjukkan tren positif. Hingga pekan lalu, pengerjaan sudah mencapai 50 persen atau sekitar 800 meter dari total panjang 1,6 kilometer. Pekerjaan meliputi pengerukan alur sungai sekaligus pembangunan tanggul di sisi kanan dan kiri sungai.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono mengatakan, laporan terakhir diterima pada Sabtu (18/10). ”Panjang pengerukan sudah 800 meter. Material hasil kerukan dimanfaatkan untuk membuat tanggul penahan banjir di kanan dan kiri sungai dengan panjang yang sama,” ujarnya kemarin kepada Jawa Pos Radar Kanjuruhan.
Sebelum dinormalisasi, alur Sungai Tundo menyempit dan sering meluap saat hujan deras. Kini, lebar sungai sudah mencapai 20 meter. Tanggul yang dibangun memiliki lebar tiga meter dan tinggi antara 2,5 hingga 3 meter. Pemasangan bronjong kawat baja berisi batu di bawah tanggul juga terus berjalan.
”Sudah terpasang 24 buah pekan lalu. Totalnya menjadi 126 buah dengan panjang 60 meter,” tambah pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.
Proyek ini merupakan hasil kerja sama BPBD Kabupaten Malang dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Pengerjaan dimulai sejak 3 September lalu, dengan capaian rata-rata 100–125 meter setiap pekan, tergantung kondisi medan dan volume material.
Meski tanpa target waktu pasti, Sadono menegaskan bahwa dampak positif sudah dirasakan warga sekitar. ”Beberapa kali terjadi hujan deras dan debit air naik, tapi tidak ada laporan rumah warga terendam,” katanya.
Selain di Sungai Tundo, tahun ini BPBD bersama BBWS Brantas juga menormalisasi Sungai Sat di Desa Purwodadi, Tirtoyudo. Sementara satu titik lainnya, yaitu Sungai Kemudinan di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, masih dalam tahap survei lokasi. ”Pelaksanaan di Sidoasri menunggu keputusan dari BBWS,” tandasnya. (biy/adn)
Editor : A. Nugroho