Update jumlah korban keracunan sudah dikonfirmasi pihak MTs Al Khalifah di Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen. Beberapa di antaranya sudah dibawa ke rumah sakit (RS) dan klinik. Wakil Kepala (Waka) MTs Al Khalifah Bidang Kurikulum Beta Tri Wicaksono mengatakan, kemarin pagi (24/10) ada tambahan lima pelajar yang turut dibawa ke RS.
”Termasuk di antaranya adalah Bu Kepala sekolah juga keracunan,” kata dia ketika ditemui di sekolahnya, kemarin siang (24/10). Pihaknya mencatat, total ada 182 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didapat sekolahnya pada Kamis lalu (23/10). Semua sudah terdistribusi ke setiap pelajar. Kecuali tiga murid yang tidak masuk sekolah.
Makanan untuk tiga murid yang tidak masuk itulah yang kemudian dicicipi kepala sekolah dan dua guru lainnya. Dalam program MBG, memang ada protokol dari SPPG agar guru atau perwakilan sekolah mencicipi menu yang datang pada hari itu. Biasanya ada porsi tester yang disediakan SPPG.
”Tapi karena dari sana (SPPG) tidak mengirim, akhirnya makanan untuk tiga murid (yang libur) itu yang dicoba,” papar Beta. Guru-guru di sana mendapati ada yang aneh dengan makanan tersebut. Pertama, ayam katsu yang terasa pahit. Harusnya, masakan ala Jepang itu rasanya gurih. ”Lalu, ada murid yang gidik-gidik (kepala bergetar) setelah mencium makanannya itu,” imbuh dia.
Selang 10 menit kemudian, empat pelajar mulai mual, muntah, dan pusing. Semua dibawa ke RSUD Kanjuruhan. Lalu disusul yang lain beserta guru. Pihaknya menduga keracunan disebabkan oleh menu MBG tersebut. Bukan karena para pelajar mengonsumsi jajanan. ”Di sini semuanya jajan di kantin sekolah. Itu juga ada aturannya. Selesai mengonsumsi MBG, baru bisa jajan keluar,” ujar Beta.
Di lain tempat, Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menyebut bahwa kasus keracunan itu tengah diselidiki pihaknya. ”Kami mendapat info kalau hari ini (kemarin) ada delapan orang tambahan. Dari hari sebelumnya total 25 murid yang kena,” kata dia.
Bambang menyebut kalau sebagian besar korban kondisinya sudah membaik dan telah pulang. Baik yang dirawat di RSUD Kanjuruhan maupun Klinik Tombo Loro, Cepokomulyo. SPPG Mangunrejo juga sudah ditutup untuk sementara waktu. Polisi turut menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang sebelumnya diambil dari lokasi sekolah.
Kemarin, pihaknya juga sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi. ”Kami panggil dua guru, kepala dapur, dan satu driver pengantar makanan dari SPPG,” kata mantan Kapolsek Ngajum tersebut. (biy/by)
Editor : A. Nugroho