Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Progres Perbaikan Jalan Jalur Gondanglegi - Balekambang Masih 35 Persen

Bayu Mulya Putra • Selasa, 28 Oktober 2025 | 18:38 WIB
PROGRESNYA LAMBAT: Alat berat terus stand-by di Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran. Proyek jalan sejauh 30 km itu masih terkendala pembebasan lahan.
PROGRESNYA LAMBAT: Alat berat terus stand-by di Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran. Proyek jalan sejauh 30 km itu masih terkendala pembebasan lahan.

GONDANGLEGI - Progres perbaikan jalan dari Kecamatan Gondanglegi - Bantur - Balekambang tergolong lambat. Sebab sampai pekan lalu rehabilitasi jalan tersebut masih menyentuh 35 persen. Pembebasan lahan menjadi salah satu hambatan proyek tersebut.

Humas Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali Achsan Asjhari mengatakan, pekerjaan di dua Lot, yakni Lot 16A (Gondanglegi-Wonokerto) dan Lot 16B (Wonokerto-Balekambang) berbeda. ”Per pekan lalu, Lot 16A progres pekerjaannya sudah 35,62 persen. Sementara Lot 16B sudah 43,21 persen,” terang dia.

Sejauh ini, yang sudah dikerjakan yakni pembuatan saluran U-Ditch, pemasangan batu, galian pelebaran jalan, dan aspal AC-BC. Tinggal pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan markah jalan yang belum dilakukan. Ada pula yang pengaspalan sedang berlangsung.

Terkait kenapa pekerjaan belum maksimal, Achsan mengatakan bahwa pembebasan tanah belum terlaksana penuh. Saat ini, lahan yang belum bebas sebanyak 277 bidang atau setara 33,45 persen dari total kebutuhan lahan di Lot 16A. ”Pembebasannya berlangsung paralel dengan konstruksi,” kata dia.

B2PJN Jatim-Bali menggandeng Pemkab Malang untuk pembebasan lahan tersebut. Langkah yang dilakukan yakni membuat penetapan lokasi (penlok) agar pemilik lahan bisa mengambil konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen. ”Sekarang masih dalam proses penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT). Ada tujuh poin di dalamnya,” ujar Achsan.

Sayang, dia tidak membeberkan apa saja tujuh poin di dalam dokumen tersebut. Tapi, diharapkan, dengan metode tersebut masalah lahan bisa cepat selesai. Seperti diberitakan, revitalisasi jalan sepanjang 30,485 kilometer itu dimulai sejak Oktober 2024 lalu.

Pengerjaannya memang dibagi menjadi dua trase, yakni lot 16 A (Gondanglegi-Wonokerto) dan lot 16 B (Wonokerto-Balekambang). Proyek itu menelan anggaran Rp 339 miliar dari pinjaman Islamic Development Bank. Proyek rehabilitasi jalan tersebut diproyeksikan selesai pada bulan Mei 2026 mendatang. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#PN #pju #penlok #DPPT