Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Imbas Keracunan MBG di MTS Al Khalifah, DPRD Kabupaten Malang Turun Gunung Tinjau SPPG

Bayu Mulya Putra • Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:46 WIB
PASTIKAN SESUAI SOP: Komisi IV DPRD Kabupaten Malang meninjau operasional SPPG Sidodadi di Kecamatan Lawang, Senin lalu (27/10).
PASTIKAN SESUAI SOP: Komisi IV DPRD Kabupaten Malang meninjau operasional SPPG Sidodadi di Kecamatan Lawang, Senin lalu (27/10).

LAWANG - Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan pelajar MTs Al Khalifah, Kepanjen mendapat atensi khusus dari dewan. Bersama Pemkab Malang, mereka turun gunung meninjau salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Senin lalu (27/10). Yang dituju yakni SPPG Sidodadi di Kecamatan Lawang.

Setelah peninjauan, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Zia'ul Haq menyebut beberapa hal yang menjadi poin penting untuk SPPG. “Utamanya terkait QC (Quality Control) harus benar-benar dijalankan. SOP (Standar Operasional Prosedur) juga harus diperhatikan,” ucap Zia.

Dia mengaku, kabar keracunan yang terjadi di MTs Al Khalifah, Kepanjen merupakan tamparan keras. Meskipun hingga saat ini masih dilakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dari SPPG yang melayani MTs tersebut. Pihaknya tidak menginginkan kejadian itu terulang kembali.

Menurut dia, dengan memerhatikan dan benar-benar menjalankan SOP, kualitas makanan yang diolah akan terjaga. Berdasar hasil peninjauannya, SPPG di Desa Sidodadi tersebut sudah berjalan dengan baik.

Ada sekitar 3.800 porsi MBG yang didistribusikan kepada penerimanya. “Dari 3.800 ompreng (food tray) yang didistribusikan, kami lihat saat kembali ke SPPG rata-rata habis semua. Berarti dapat diterima dengan baik,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Malang itu.

Sebagai informasi, saat ini sudah ada 95 SPPG yang berdiri di Kabupaten Malang. Dengan rincian, 71 SPPG yang sudah aktif beroperasi dan 24 SPPG masih berproses untuk beroperasi. Dari jumlah tersebut, ada 35 SPPG yang sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Sisanya masih dalam proses kepengurusan. Hingga akhir tahun, ditarget ada 233 SPPG yang berdiri. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo juga meminta seluruh SPPG mempertahankan QC terhadap kualitas makanan yang diproduksi.

“Berdasar peninjauan di lapangan, (SPPG) sudah bagus dan saat kunjungan, saya lihat makanan di dalam ompreng dari sekolah-sekolah banyak yang habis,” pungkasnya. (yun/by)

Editor : A. Nugroho
#dprd #Mbg #sop #quality control #malang #SPPG