MALANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Koperasi SAE Pujon berlangsung penuh kekeluargaan dan kebersamaan, Kamis (30/10). Mengusung tema “Koperasi SAE Pujon Berakhlak, Bermartabat, dan Bermanfaat”, acara tersebut dihadiri sekitar 750 undangan yang terdiri atas karyawan, pengawas, ketua kelompok, serta mantan pengurus beserta istri. Mereka duduk lesehan, menikmati seluruh rangkaian acara hingga selesai.
Ketua Umum Koperasi SAE Pujon, H.M. Ni’am Shofi, dalam sambutannya mengajak seluruh pegawai, pengawas, dan anggota koperasi untuk mengenang jasa pendiri Koperasi SAE Pujon, H. Kalam Tirtorahardjo.
Menurutnya, Bapak Kalam mendirikan Koperasi SAE Pujon pada 30 Oktober 1962, dengan anggota awal sebanyak 23 orang dan hanya memiliki 30 ekor sapi. Produksi susu saat itu baru mencapai sekitar 50 liter per hari. Karena jumlahnya masih sedikit, para pengurus harus menjual susu secara door to door ke masyarakat, warung, hingga rumah sakit. “Kalau susu tidak laku, biasanya diolah kembali. Tapi jika tetap tidak habis, terpaksa dibuang,” kenang Ni’am.
Sekitar tahun 1970, koperasi sempat mengalami masa sulit. Koperasi SAE terlilit utang cukup besar dan nyaris dibubarkan. Dalam situasi itu, H. Kalam meminta pendampingan pemerintah sekaligus melakukan tirakat bersama para kiai. Salah seorang kiai kala itu berpesan agar koperasi tetap dilanjutkan, karena kelak Koperasi SAE-lah yang akan mengangkat derajat dan martabat ekonomi masyarakat Pujon.
Berbekal semangat tersebut, Mbah Kalam bersama para pengurus melanjutkan perjuangan. Untuk melunasi utang, beliau bahkan menggadaikan tanah bersama saudara-saudaranya ke bank. Dari langkah itulah, Koperasi SAE Pujon kembali bangkit, tumbuh besar, dan bertahan hingga kini. “Terbukti, sampai saat ini yang menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Pujon adalah Koperasi SAE,” ujar Ni’am.
Sebagai bentuk penghormatan, Ni’am mengimbau seluruh pengurus dan anggota koperasi untuk mendoakan Mbah Kalam setiap selesai salat, sebagai wujud terima kasih dan balas budi atas perjuangannya dalam mendirikan dan mempertahankan koperasi.
Kini, Koperasi SAE Pujon memiliki aset senilai Rp140 miliar, dan jika dihitung keseluruhan nilainya bisa mencapai Rp1 triliun. Produksi susu juga terus meningkat. Sebelum adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), produksi mencapai 120 ton per hari. Kini, angka tersebut naik menjadi 135 ton per hari, dan ditargetkan bisa mencapai 150 ton per hari ke depan.
Dan sebagai bentuk wujud syukur dalam peringatan HUT Tahun ini Koperasi SAE Pujon menggelar khataman Qur’an yang dilakukan sejak pagi hingga sekitar pukul 08.00. Selain itu juga ada santunan kepada para anak yatim dan duafa yang penyalurannya dilakukan oleh para ketua kelompok.
Terpisah, Kepala Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Eko Wahyu Widodo dalam sambutannya meminta para peternak untuk menjaga kebersihan kandang untuk menjaga keamanan ternak. Salah satu yang harus dilakukan dalam sistem sanitasi yang bagus. Selain itu kandang yang bagus adalah yang mendapatkan sinar matahari. ”Dan jangan lupa melakukan penyemprotan kandang setiap hari,” katanya.
Sementara itu, peringatan HUT Koperasi SAE Pujon menghadirkan mubalig KH Ishomuddin, dan Gus Bahru Zamzami dari Nganjuk dan pelawak Jo Klitik & Jo Klutuk. Dalam tausiyahnya Kiai Ishomuddin menyampaikan Pesan bahwa hidup dengan agama akan terarah, hidup dengan ilmu akan mudah, hidup beragama akan semakin barokah.
Sedangkan Gus Bahru mengaku salut dengan Koperasi SAE Pujon yang sesuai dengan syariat Islam. Menurut dia di tempat lain banyak penyelewengan di koperasi tapi di Koperasi SAE Pujon sesuai syariat. “Sehingga ini akan mendatangkan rezeki yang barokah,” katanya. Sedangkan kehadiran dua pelawak yang tampil penuh humor itu membuat suasana semakin meriah dan penuh canda tawa.(lid)
Editor : Kholid Amrullah