DAU - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang mengusulkan adanya dua titik pemberhentian Bus Trans Jatim di luar Terminal Landungsari. Seperti diberitakan, rute operasional bus itu yang menghubungkan Terminal Hamid Rusdi (Gadang) - Landungsari - Kota Batu itu mengalami perubahan.
Dari yang awalnya setelah Landungsari terus ke Kota Batu lewat pertigaan Pendem, menjadi lewat pertigaan Sengkaling - Sumbersekar. “Jelasnya itu menambah panjang yang lewat kabupaten, yang sebelumnya hanya kena 1 kilometer, sekarang sampai 5 kilometer,” kata Kabid Angkutan Dishub Kabupaten Malang Tri Hermanto.
Pihaknya mengatakan ada dua usulan tempat pemberhentian bus tersebut selepas Terminal Landungsari. Yakni di antara Taman Rekreasi Sengkaling dan pertigaan Sengkaling-Dermo.
Selanjutnya di pertengahan jalan Desa Mulyoagung dengan Sumbersekar, Dan Pemilihan dua titik tersebut karena banyaknya permintaan dari masyarakat yang menginginkan bus berhenti di sana. Selain itu, jalur tersebut juga tidak bersinggungan dengan angkutan pedesaan (angdes) dan terdapat pusat keramaian.
Tri mengatakan bahwa Dishub masih mencari titik yang pas untuk didirikan tempat pemberhentian. Dalam hal ini, mencari tempat di tepi jalan yang rata dan bisa dibuat berhenti bus ukuran medium tanpa mengganggu pengguna jalan lain. “Ada semacam cerukan lebih bagus.
Sementara ini, untuk yang di Sengkaling kami rasa yang paling pas ada di depan Taman Rekreasi Sengkaling itu,” kata Tri. Sementara di area sebelum masuk Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pihaknya masih meraba-raba.
Antara pinggir jalan dekat Pasar Patok Sumbersekar dan Rest Area Sumbersekar. Atau, bisa masuk ke dalam pasar. Pihaknya masih perlu melakukan survei lagi lantaran jalan antara Mulyoagung - Sumbersekar - Junrejo itu tergolong sempit dibanding jalan utama Malang-Batu.
“Itu masih ukuran jalan kabupaten, dan sangat kecil. Makanya masih perlu disurvei lagi di mana tempat yang tepat biar arus lalu lintas tidak terganggu,” ujar dia. Sementara untuk tempat pemberhentian di Terminal Landungsari akan diadakan di Jalur Mobil Penumpang Umum (MPU) alias angkot. “Supaya berbeda dengan jalur bus reguler,” ujar Tri.
Operator bus Trans Jatim nanti adalah PO Bagong, yang nantinya menyiapkan 14 armada bus dengan spesifikasi bus medium dengan dek rendah. Tujuh bus akan diparkir di Terminal Hamid Rusdi, tujuh agi di Kota Batu. “Untuk operasionalnya kemungkinan besar tidak sampai akhir November. Bisa jadi tanggal 10 November atau sebelum akhir bulan,” tandas Tri. (biy/by)
Editor : A. Nugroho