Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dalam Dua Tahun Terakhir Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Mencatat 40 Ibu Hamil Meninggal saat Melahirkan

A. Nugroho • Sabtu, 1 November 2025 | 18:38 WIB
Kematian ibu hamil di Kabupaten Malang tercatat Dinkes dalam dua tahun terakhir.
Kematian ibu hamil di Kabupaten Malang tercatat Dinkes dalam dua tahun terakhir.

KEPANJEN - Komplikasi non-obstetri jadi penyebab terbanyak kematian ibu hamil saat melahirkan. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Gunawan Djoko Untoro menjelaskan, komplikasi tersebut selalu ditemukan pihaknya dalam dua tahun terakhir (selengkapnya baca grafis). Untuk diketahui, komplikasi non-obstetri yakni kumpulan penyakit yang berkaitan dengan gangguan metabolisme.

Misalnya penyakit jantung, obesitas, dan diabetes mellitus. Komplikasi tersebut bisa terjadi sebelum masa kehamilan. Sehingga ketika hamil, bisa memerparah kesehatan ibu jika tidak menerima perawatan secara khusus. “Jika ibu hamil memiliki kondisi kesehatan yang buruk, akan ada pendampingan dari tenaga kesehatan (nakes),” imbuhnya.

Penyebab kematian terbanyak kedua yakni hipertensi. Baik sebelum hamil, saat hamil, maupun ketika melahirkan. Pada 2024, ada lima orang yang meninggal saat melahirkan akibat hipertensi. Sedangkan pada 2025, terdapat enam ibu hamil yang meninggal dengan penyakit sama.

Hipertensi jika disertai dengan penyakit lain juga dapat menyebabkan eklamsia. Yakni komplikasi kehamilan yang ditandai tekanan darah tinggi dan kejang. Baik sebelum, selama, atau setelah persalinan. Kondisi gawat darurat tersebut dapat terjadi setelah penderitanya mengalami preeklamsia.

Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah lebih dari 140 per 90 milimeter air raksa (mmHg), adanya protein dalam urine, dan dapat disertai pembengkakan di tungkai. “Sedangkan penyebab kematian ketiga yakni pendarahan obstetri,” kata pejabat eselon III B Pemkab Malang itu. Yakni pendarahan berlebih yang terjadi selama atau setelah persalinan, yang membutuhkan identifikasi penyebab dengan cepat dan penanganan tepat.

Pada 2024, terdapat dua orang yang meninggal saat melahirkan akibat mengalami obstetri. Sedangkan pada 2025, terdapat tiga orang yang meninggal dengan penyakit yang sama. Berbagai upaya dilakukan Dinkes Kabupaten Malang untuk mengurangi angka kematian ibu hamil.

Seperti pertemuan penguatan Antenatal Care (ANC) terpadu bagi tenaga kesehatan (nakes), baik di puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) swasta. Dengan demikian, perawatan kesehatan selama kehamilan yang dilakukan secara terpadu oleh nakes semakin optimal.

Kemudian, sudah terdapat pembinaan pelayanan ANC, Intra Natal Care (INC) dan Post Natal Care (PNC) oleh dokter spesialis. Kapasitas para dokter umum dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di puskesmas, rumah sakit, dan klinik juga selalu ditingkatkan. “Kami juga sudah mengadakan OJT (On Job Training) kegawatdaruratan maternal neonatal bagi tenaga puskesmas dan klinik swasta ke rumah sakit,” kata Gunawan.

Selain itu, ibu hamil juga perlu diberikan perlakuan untuk meningkatkan kesehatan kehamilannya. Di antaranya melalui pemberian makan tambahan (PMT) ibu hamil dan pendampingan bagi ibu hamil resiko tinggi (resti) dan Kekurangan Energi Kronis (KEK). (yun/by)

Editor : A. Nugroho
#dinas kesehatan #meninggal #ibu hamil