Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jembatan Bailey Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur Segera Dipasang di Donomulyo dalam Waktu Dekat

A. Nugroho • Minggu, 9 November 2025 | 17:20 WIB
INFRASTRUKTUR: Fondasi jembatan ambrol dan menggerus ruas Jalan Hasanuddin, Donomulyo pada November 2024 lalu belum diperbaiki hingga sekarang.
INFRASTRUKTUR: Fondasi jembatan ambrol dan menggerus ruas Jalan Hasanuddin, Donomulyo pada November 2024 lalu belum diperbaiki hingga sekarang.

DONOMULYO - Akses di Jalan Hasanuddin, Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo bakal bisa dilintasi mobil. Itu setelah jembatan Bailey bantuan dari Pemprov Jatim terpasang. Rencananya, pemasangan jembatan baja dalam waktu dekat.

“Info dari provinsi untuk pelaksanaan jembatan bailey Insya Allah November ini,” ujar Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Anita Aulia Sari, Jumat lalu (7/11).

Seperti diberitakan, fondasi Jembatan Hasanuddin ambrol akibat diterjang banjir pada 28 November 2024 lalu.

Imbasnya, ruas jalan tergerus separo, sehingga tidak bisa dilintasi. Sambil menunggu perbaikan jembatan dari Pemkab Malang, warga membuat jembatan darurat berbahan bambu.

Lokasinya di samping jembatan Hasanuddin yang ambrol. Namun jembatan buatan warga secara swadaya hanya dapat dilintasi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Menjelang pemasangan jembatan Bailey, jembatan darurat dari warga akan dibongkar. Rencana awal, jembatan rangka baja yang akan dipasang sepanjang 20 meter dengan lebar 5 meter. Hal itu sesuai dimensi jembatan asli yang runtuh. Namun rencana tersebut bisa berubah.

Meskipun begitu, Anita belum dapat memastikan ukurannya. “Untuk spesifikasi yang akan dipasang, kami belum tahu. Kemungkinan kalau sudah dekat-dekat baru diinformasikan provinsi,” imbuhnya.

Anita menambahkan, bantuan rehabilitasi jembatan dari provinsi dengan bailey di Donomulyo itu adalah satu-satunya di Kabupaten Malang.

Dia mengatakan, bailey hanya bersifat sementara, dengan masa pemakaian maksimal 15 tahun. Selama itu pula, DPUBM harus segera merencanakan dan melaksanakan pembangunan ulang jembatan.

Disinggung soal rencana perbaikan jembatan pada 2026, pihaknya masih belum berani menjabarkan berapa usulan yang masuk.

Alasannya, masih dalam pembahasan untuk memilih mana yang sudah rusak parah dan segera membutuhkan perbaikan. “Karena tahun depan ada efisiensi anggaran jadi masih menentukan prioritas penanganan.

Yang kami lihat dalam hal ini adalah kondisi kerusakan, dampak bencana, dan risiko keamanan pengguna jalan,” tandas Anita. (biy/dan)

Editor : A. Nugroho
#donomulyo #jembatan bailey #Kabupaten Malang