Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tanah Longsor di Pujon, Dua Rumah Warga Masuk Zona Rawan dan Belum Mau Dievakuasi

A. Nugroho • Minggu, 9 November 2025 | 18:58 WIB
BELUM BERKENAN PINDAH: Salah satu rumah warga di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang masuk dalam area rawan longsor susulan.
BELUM BERKENAN PINDAH: Salah satu rumah warga di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang masuk dalam area rawan longsor susulan.

KABUPATEN - Bencana hidrometeorologi terus menerjang wilayah Malang Raya sejak bulan Oktober lalu. Ancaman itu terus berlanjut hingga awal bulan November ini. Sedikitnya sudah ada enam kejadian longsor.

 

Terakhir, longsor dilaporkan terjadi di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada Jumat malam (7/11). Tebing setinggi 8 meter dan lebar 4 meter yang longsor menggerus jalan di kawasan perkampungan. Usut punya usut, tebing yang berjarak sekitar dua meter dari rumah warga itu sudah mengalami erosi sejak lama.

 

Ketika hujan lebat kembali turun dan mengguyur tebing, dikhawatirkan bisa terjadi longsor susulan. ”Saat ini tebing yang longsor sudah kami tutup dengan terpal,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan. Solusi sementara dari BPBD yakni menutup longsoran agar tidak terkena hujan.

 

Jarak tebing yang longsor dengan pagar rumah warga hanya dua meter. Tanah itu biasa dipakai warga sekitar untuk jalan kampung. Akibatnya saat ini warga setempat menggunakan jalan alternatif lain untuk keluar dari area perkampungan.

 

Total ada dua rumah yang berpotensi terdampak longsor susulan. Hingga kemarin pemilik rumah belum berkenan dievakuasi. BPBD menambah terpal tambahan agar permukaan tebing terhindar dari hujan.

 

Sementara itu di wilayah Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang juga terjadi longsor pada waktu yang sama. Tebing setinggi 10 meter dengan lebar 5 meter longsor dan menimpa dapur warga. ”Tebing di jalan raya itu juga menutup saluran drainase desa,” lanjut Sadono.

 

Tebing itu juga longsor karena erosi dari saluran drainase. Tiap hujan lebat di wilayah Gampingan, drainase itu akan meluap hingga membanjiri rumah warga. Untuk memitigasi bencana, BPBD terus mengebut pembentukan desa tangguh bencana (destana).

 

Hingga saat ini sudah ada 115 destana di Kabupaten Malang. Namun 90 persen masih di tingkat pratama. ”Selain menambah jumlah destana, kami juga fokus meningkatkan statusnya,” paparnya. Saat ini, ada lima destana madya dan dua destana utama. BPBD menarget tahun depan lebih banyak destana madya agar lebih matang dalam menghadapi potensi bencana.

Editor : A. Nugroho
#Tanah longsor di Pujon #Bencana susulan #Dua rumah warga terancam