KEPANJEN - Cuaca ekstrem tidak membuat jumlah tangkapan ikan nelayan di Kabupaten Malang menurun. Satu indikasinya, hasil tangkapan ikan sudah melebihi target saat ini. Meskipun baru masuk triwulan III.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring menyampaikan, perolehan tangkapan ikan nelayan sekitar 22.000 ton tahun lalu. Setiap tahun, terdapat peningkatan target. Tahun ini, targetnya hampir 23.000. ”Produksi totalnya sekitar 24.000 ton pada akhir triwulan ketiga lalu,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan, jenis ikan layur menjadi salah satu yang paling banyak ditangkap nelayan saat ini. Tahun lalu, jumlahnya 1.500 ton. Sedangkan pada triwulan ketiga pada tahun 2025 ini sudah mencapai 5.000 ton.
”Selama ini, layur di ada di perairan Pacitan. Sekarang mereka migrasi ke perairan Pujiharjo, Tirtoyudo. Sehingga perkembangan nelayan penangkap (ikan) layur di sana begitu pesat,” kata pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.
Kapal nelayan yang sebelumnya hanya 30 unit pun perlahan meningkat jumlahnya. Dalam beberapa waktu terakhir diperkirakan ada 320 unit kapal. Dengan perkembangan tersebut, Desa Pujiharjo sempat ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Letak persebaran ikan layur yang jauh di tengah laut pun dianggap menguntungkan. Terkadang, ombak tinggi hanya ada di dekat pantai, sedangkan di tengah laut, ombak lebih tenang. ”Ikan itu tidak selalu mendekat ke pantai, tetapi ada di tengahnya. Seperti layur itu di perairan sekitar 12 mil ke atas. Kadang-kadang bisa 30 mil,” kata Victor.
Nelayan juga sudah memiliki alat untuk mengamati kondisi alam. Seperti fish finder yang memiliki Global Positioning System (GPS) dan Handy Talkie (HT) untuk komunikasi antar nelayan.
Produksi ikan yang tinggi tersebut juga diimbangi dengan permintaan masyarakat yang masih stabil. Menurutnya, tidak ada ikan yang tidak bisa dijual. Hampir semua ikan bisa diserap pasar. Baik langsung ke pedagang besar maupun konsumen secara langsung. Jika ada ikan yang kualitasnya buruk bisa diolah menjadi ikan tepung. (yun/gp)
Editor : A. Nugroho