DAU – Menjelang pengoperasian Bus Trans Jatim di Malang raya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang mewacanakan penggunaan ojek konvensional sebagai feeder. Namun ojek yang mangkal di Kecamatan Dau.
Sementara ini dishub mendata ada dua pangkalan ojek di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau. Lokasinya di simpang empat Dusun Semanding, Desa Sumbersekar dan simpang tiga SDN Sumbersekar.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Malang Tri Hermantoro mengungkap alasannya memilih ojek konvensional dibanding angkutan pedesaan (angdes). Hasil pemetaan dishub, trayek angdes di Kabupaten Malang yang bersinggungan dengan rute bus trans jatim hanya angdes jurusan Landungsari-Karangploso.
“Panjang lintasan angkudes Landungsari-Karangploso sejauh 28 kilometer, namun yang berimpitan (dengan rute bus trans jatim) hanya 1,3 kilometer,” ujar Tri kemarin (10/11). Dengan demikian, dia menilai kurang efisien apabila menggunakan MPU untuk feeder.
Meskipun begitu, dia mengatakan, tidak menutup kemungkinan MPU dilibatkan dalam layanan feeder. “Nanti kalau memungkinkan dari studi kelayakan dan ada penambahan demand bisa ditingkatkan dengan layanan angkudes atau angkutan antar kota,” tandas dia
Selain mendata jumlah pangkalan, dishub juga mendata jumlah driver ojek. “Untuk sekarang belum terdata karena keberadaan ojek tidak perlu dukungan trayek,” terang pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.
Untuk diketahui, Bus Trans Jatim bakal mengaspal di Malang raya mulai 20 November depan. Start dari terminal Hamid Rusdi (Kota Malang), melindasi Kecamatan Dau (Kabupaten Malang) dan finish di Kota Batu.(biy/dan)
Editor : A. Nugroho