Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Universitas Ma Chung Dukung Pengembangan Desa Wisata Sumberdem

Mahmudan • Rabu, 12 November 2025 | 19:11 WIB
PENGABDIAN MASYARAKAT: Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Prof Dr Anna Triwijayati SE MSi (tiga dari kiri) di sela mengajari warga membuat kerajinan.
PENGABDIAN MASYARAKAT: Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Prof Dr Anna Triwijayati SE MSi (tiga dari kiri) di sela mengajari warga membuat kerajinan.

WONOSARI - Program desa binaan Universitas Ma Chung menjadi wujud komitmen dalam pemberdayaan masyarakat. Kali ini, komitmen itu ditunjukkan melalui pelatihan membatik, anyaman bambu, dan instalasi mesin serut bambu di Desa Sumberdem, Wonosari.

Kegiatan tersebut bagian dari program hibah Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) 2025 yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI.

Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Prof Dr Anna Triwijayati SE MSi menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan wujud kontribusi perguruan tinggi terhadap pemberdayaan ekonomi kreatif desa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghasilkan produk kriya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi daya tarik wisata,” ujarnya.

Program itu sebagai bentuk implementasi dari proposal berjudul “Inovasi Pemasaran Produk Ekonomi Kreatif Desa (Kriya dan Kuliner) Berbasis Kearifan Lokal Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang dalam Mendukung Semangat Menuju Desa Wisata Indonesia” yang dia susun bersama timnya.

Kegiatan itu melibatkan Dr Zuhkhriyan Zakaria MPd dari Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai mitra akademik. Program yang sejalan dengan Asta Cita ketiga dan keenam serta Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 dan 12 tersebut menekankan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat ekonomi masyarakat, sekaligus mempertegas identitas budaya Desa Sumberdem sebagai destinasi wisata kreatif berbasis kearifan lokal,” kata dia.

Desa Sumberdem memiliki potensi besar menjadi desa wisata. Kekayaan alamnya melimpah. Di antaranya bambu, kopi, cengkih, dan bunga. Melalui pelatihan dan pendampingan, pihaknya berupaya mengoptimalkan potensi tersebut.

Pelatihan dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama pada 11–12 Oktober lalu yang fokus pada teknik ecoprint dan bambu ukir. Tahap kedua pada 10-11 November lalu, dilanjutkan dengan pelatihan batik tulis, ciprat, dan cap, serta instalasi mesin serut bambu untuk mempercepat proses produksi.

Melalui pelatihan batik, tim Universitas Ma Chung berupaya membantu masyarakat menciptakan motif khas Sumberdem dalam pola cap berbahan tembaga yang berpotensi menjadi produk kriya dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Sementara itu, mesin serut bambu yang dihibahkan turut mendukung kelompok perajin Kampoeng Deling dalam meningkatkan produktivitas dan menghasilkan berbagai produk anyaman seperti besek, tempat tisu, dan alat rumah tangga sederhana. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#Kemdiktisaintek #pdb #Kabupaten Malang #universitas ma chung