KABUPATEN - Penyaluran kredit di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus meningkat. Mayoritas untuk pembiayaan sektor rumah tangga. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap, pertumbuhan kredit mencapai 9,53 persen secara year on year pada Agustus.
Nominalnya dari Rp 99,35 triliun pada Agustus 2024, tumbuh menjadi Rp 108,82 triliun pada Agustus tahun ini. Pertumbuhannya mencapai 9,66 persen secara yoy dengan mayoritas penyaluran kredit untuk sektor rumah tangga.
”Kabupaten Malang jadi wilayah paling tinggi pertumbuhan kreditnya di lingkup OJK Malang,” ujar Kepala OJK Malang Farid Faletehan kemarin.
Khusus Kabupaten Malang porsinya mencapai Rp 30,45 triliun atau 27,99 persen dari seluruh penyaluran kredit di wilayah kerja OJK Malang. Sekitar 46,69 persen dari penyaluran kredit di Kabupaten Malang mengalir ke sektor modal kerja.
Itu biasa tersalurkan untuk perdagangan, pertanian, hingga industri pengolahan. Lalu 28,39 persen mengalir ke kredit untuk investasi seperti pembelian aset tetap dan proyek pembangunan.
Terakhir, 24,92 persen mengalir ke kredit konsumsi. Biasanya disalurkan untuk kredit rumah tangga dan kendaraan bermotor.
Dia mengatakan, pertumbuhan yang pesat dipengaruhi wilayah yang luas dan mobilitas warga yang tinggi. Hal itu menjadikan masyarakat membutuhkan kendaraan pribadi sehingga kredit kendaraan bermotor menembus Rp 134 miliar.
Sektor unggulan di Kabupaten Malang memang berada di bidang pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Namun yang mengalami percepatan pertumbuhan ada pada kredit kendaraan bermotor. Sementara risiko tertinggi ada pada kredit konsumsi.
Hal itu selaras dengan pertumbuhan kredit yang menanjak, non-performing loan (NPL) di Kabupaten Malang ikut tinggi. Angkanya mencapai 3,39 persen.
“Itu yang perlu diwaspadai karena peningkatan kredit seharusnya tetap dibarengi NPL yang rendah,” lanjut Farid. (aff/dan)
Editor : A. Nugroho