KEPANJEN – Program makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya melibatkan pengusaha untuk memasok makanan. Aparat kepolisian juga akan ikut menyediakan makanan. Polres Malang misalnya, mengelola tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Lokasinya tersebar di tiga kecamatan, Gondanglegi, Turen, dan Dampit.
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, SPPG pertama ada di Desa Bulupitu (Gondanglegi), SPPG kedua di Desa Tawangrejeni, Kecamatan Turen, dan SPPG ketiga di Desa Pamotan, Kecamatan Dampit.
Saat ini, ketiga SPPG tersebut masih dalam tahap pembangunan fisik. Untuk SPPG Gondanglegi misalnya, progres penyelesaiannya sudah 91 persen, SPPG Turen 95 persen, dan SPPG Dampit di angka 60 persen.
Semuanya ada kesamaan di satu sektor dalam hal progres. “Tinggal pemasangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Setelah itu verifikasi dan bisa operasional,” ujar Bambang kemarin.
Dia mengatakan, setidaknya membutuhkan 47 relawan dalam satu SPPG. Mereka mengurusi suplai bahan makanan, memasak sampai distribusi ke sekolah-sekolah. Pada 5 November lalu pihaknya sudah melatih 140 relawan.
Sementara itu, Kasi Pengawasan Polres Malang AKP Sigit Kurnia mengatakan, tiga SPPG tersebut bakal memasok 3 ribu menu per hari. Semuanya didistribusikan ke puluhan sekolah di sekitar SPPG tersebut.
Tapi karena masih dalam proses pembangunan, dia melanjutkan, belum diketahui sekolah mana saja yang berminat. “Penerima manfaat ada jika kepala SPPG dan ahli gizi yang bertugas menentukan menu juga sudah ada. Sekarang belum ada penunjukan pejabat,” kata dia. Penunjukan pejabat baru dilakukan setelah dilakukan verifikasi beberapa persyaratan.
Di antaranya kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi penjamah makanan, pengelolaan IPAL, hasil uji laboratorium air dari Labkesda, serta sertifikat halal. “Kalau tidak ada halangan, mudah-mudahan awal Desember sudah bisa beroperasi,” tandas Sigit. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho