MALANG KOTA - RW 5, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang kembali menjadi andalan Kota Malang untuk program kampung iklim (proklim) Kementerian Lingkungan Hidup. Tahun depan, mereka bakal diajukan ke proklim kategori lestari. Untuk mempersiapkan RW 5, Kelurahan Arjowinangun atau Komunitas Puri Hijau Royo-royo (KPHR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan observasi ke lokasi, kemarin (19/11).
Plh Kepala Dinas Lingkung Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menjelaskan, sebelum diajukan untuk kategori lestari, RW 5 Kelurahan Arjowinangun telah melalui serangkaian tahapan. ”Dimulai proklim pratama, proklim madya, proklim utama, hingga akhirnya ke proklim lestari,” jelasnya.
Nanti, RW 5 Kelurahan Arjowinangun akan diajukan ke tingkat Jawa Timur. Jika lolos, dari tingkat provinsi akan diwakili lima kampung untuk lanjut ke penilaian nasional. Menurut Gamaliel, selama ini RW 5 Kelurahan Arjowinangun sudah memiliki modal untuk maju ke kategori lestari. Salah satunya yakni adanya bank sampah.
”Melalui bank sampah, warga tidak hanya berhasil mengelola sampah, tapi juga memiliki pendapatan sendiri. Pendapatan bank sampah itu senilai Rp 1,5 juta per bulan,” imbuhnya. Ada pula beberapa budi daya tanaman yang hasilnya dimanfaatkan oleh warga untuk diolah. Misalnya saja pohon mangga, sayur, dan bunga telang. Untuk tanaman talang juga sudah dijadikan produk minuman.
Sebagai bentuk dukungan, DLH juga menyiapkan bantuan anggaran senilai Rp 15 juta. Bantuan tersebut untuk RW 5 Kelurahan Arjowinangun dan 4 RW lain yang mewakili Kota Malang dalam proklim tingkat nasional. Khusus untuk 4 RW lainnya bakal mewakili di tingkat madya.
Edi Wahyudi, pengelola KPHR di RW 5 Kelurahan Arjowinangun menjelaskan, aktivitas yang berkaitan di tempatnya sudah berlangsung sejak 2018. Saat itu, tujuh warga yang sama-sama memiliki hobi menanam sepakat untuk mengikuti lomba rumah sehat yang digelar salah satu lembaga pendidikan.
”Sejak lomba rumah sehat, tempat kami jadi sering dikunjungi pejabat,” terang Edi. Untuk mempertahankan itu, warga setempat terus mengembangkan lingkungan dengan cara menanam beberapa tumbuhan. Mereka juga rajin mengikuti ajang lingkungan.
Untuk tahun depan, RW 5 Kelurahan Arjowinangun sudah mempersiapkan diri. Selain dari sisi pengelolaan sampah dan penanaman tanaman, mereka juga memperbanyak sumur resapan dan biopori. Tujuannya untuk mitigasi banjir. Melalui persiapan yang dilakukan, juga bisa mencegah banjir yang kerap terjadi di sana. (mel/by)
Editor : A. Nugroho