Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dishub Kabupaten Malang Lakukan Survei Jalur Antimacet

Aditya Novrian • Sabtu, 22 November 2025 | 17:14 WIB
MENCEGAH KEMACETAN: Dishub Kabupaten Malang lakukan survei terhadap beberapa jalur guna mencari jalur alternatif anti-macet menjelang nataru.
MENCEGAH KEMACETAN: Dishub Kabupaten Malang lakukan survei terhadap beberapa jalur guna mencari jalur alternatif anti-macet menjelang nataru.

KEPANJEN – Tak ingin terjebak kemacetan selama musim libur natal dan tahun baru (Nataru), ikuti jalur alternatif yang akan disiapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang.

Dalam waktu dekat, dishub akan mengeluarkan jalur alternatif yang berpotensi terhindar dari kemacetan. Setidaknya itulah tujuan dishub menggelar survei menjelang nataru.

Selain mencari jalur alternatif, survei juga bertujuan memotret kondisi di lapangan. Di antaranya, faktor-faktor yang berpotensi menghambat arus lalu lintas, seperti ada proyek perbaikan jalan dan jalan rusak.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Malang, Willy Deni Permana menjelaskan, pihaknya sudah memulai survei. Sementara ini survei jalan difokuskan pada dua titik. Yakni di Jalan Lintas Selatan (JLS) dan jalur utama dari Singosari, Kabupaten Malang menuju Kota Batu. Yakni Karanglo-Karangploso, Batu. 

“Survei kami menyasar ke rute-rute alternatif yang bisa dilalui apabila terjadi kemacetan,” ujar Willy kemarin (21/11).

Dia menyebut, survei yang sudah dinyatakan selesai baru di jalur Turen-Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Sendangbiru pada 11 November lalu. Hasilnya masih ada gangguan berupa perbaikan jalan di Desa Sumberagung dan longsor di Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Keduanya diproyeksikan akan rampung Desember depan. Setelah itu baru aman dilintasi wisatawan. Sebenarnya, rute lain menuju pantai selatan sudah tersedia. Yakni dari Karangkates (Sumberpucung) menuju Kalipare, kemudian tersambung ke JLS.

Titik lain adalah jalur Kepanjen-Pagak Donomulyo-JLS. Akan tetapi, dishub belum melakukan survei di kawasan tersebut.

“Kami terhalang cuaca, tapi kami upayakan untuk segera menyelesaikan,” ucap dia. Dia menegaskan, diperlukan jalur alternatif menuju kawasan pantai selatan lantaran jalur utama Gondanglegi Bantur-Balekambang sedang tahap pengerjaan. 

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang bersama Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU) melakukan pelebaran dan perbaikan jalan di jalur Gondanglegi Balekambang.

Akibat pengerjaan tersebut, kawasan tersebut sering macet. Kondisi kemacetan akan semakin parah jika dilintasi saat musim libur nataru mendatang. 

“Tidak disarankan bagi wisatawan maupun pemudik melintas di sana (jalur Gondanglegi-Balekambang). Untuk itu, nanti akan disiapkan banner imbauan di sekitar lokasi, rambu-rambu di dekat lokasi konstruksi, dan petugas dari pelaksana konstruksi,” kata Willy.

Tidak menutup kemungkinan, seperti 2024 lalu, akan ada petugas dari dishub dan kepolisian yang akan stand by di jalan tengah tersebut. Namun, belum ada pembahasan terkait hal tersebut.

Oleh karena itu, keberadaan jalur alternatif antimacet yang diperlukan wisatawan. Sementara untuk lintas Malang utara, dia mengatakan, nataru tahun lalu juga dilanda kemacetan. 

Oleh karena itu, jika nanti wisatawan terjebak macet, dishub menyiapkan beberapa jalur alternatif. Misalnya arus lalu lintas Karanglo-Karangploso-Batu macet, Willy menyarankan pengendara melewati simpang empat Kepuharjo masuk ke perkampungan menuju Kelurahan Tasikmadu, Kota Malang.

Jalur alternatif lain yang tersedia adalah simpang tiga kampus Institute Teknologi Nasional (ITN) 2. Dalam waktu dekat, kawasan tersebut akan disurvei untuk memastikan nantinya pengendara tidak terjebak macet. 

“Nanti kami survei jalur tersebut. Juga akan disiapkan rambu alternatif (jalan),” tandas Willy. (biy/dan)

Editor : Aditya Novrian
#antimacet #Survei #Kemacetan #jalur alternatif #jalan rusak #Kabupaten Malang #Natal dan tahun baru (nataru)