PONCOKUSUMO – Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Bumi Kanjuruhan relatif masih tinggi. Data dashboard ATS Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) 2025 mengungkap, 19.960 anak tidak bersekolah. Baik karena drop out (DO), lulus tidak melanjutkan (LTM), maupun belum pernah bersekolah (BPB).
Mayoritas berada di empat kecamatan. Yakni Dampit, Sumbermanjing Wetan, Singosari, dan Poncokusumo. “Di Poncokusumo, terdata 950 anak yang tergolong ATS dan didominasi anak usia SMP,” ujar Camat Poncokusumo Didik Agus Mulyono, beberapa waktu lalu.
Rinciannya, untuk jenjang SD ada 231 anak BPB, 17 anak DO, dan 113 LTM. Kemudian jenjang SMP ada 209 DO dan 219 LTM, jenjang SMA ada 150 DO, serta 11 orang di atas usia sekolah. “Banyaknya anak yang tidak sekolah ada korelasinya dengan tingginya angka pernikahan dini di kecamatan kami, tetapi jumlahnya saya tidak hafal,” kata Didik.
Faktor utamanya yakni kurangnya motivasi untuk mengejar pendidikan setidaknya sampai 12 tahun atau jenjang SMA/sederajat. Akibat kurangnya motivasi tersebut, dia mengatakan, anak lebih memilih menikah meskipun belum cukup usia.
Selain itu, faktor ekonomi juga berpengaruh besar terhadap keberlanjutan pendidikan anak. Anak dari keluarga menengah ke bawah yang tidak memiliki motivasi untuk sekolah, cenderung memilih untuk bekerja.
“Untuk mengatasinya, kami sudah membentuk satgas (satuan petugas) saber (sapu bersih) ATS. Dengan satgas ini, kami akan menyisir ke seluruh desa by name by address untuk melakukan verifikasi,” ucapnya. Satgas tersebut akan mengajak anak-anak untuk kembali bersekolah. Baik formal maupun non formal.
Jika anak tersebut benar-benar tidak sekolah karena ekonomi, akan diajukan untuk mendapat beasiswa. Baik dari pengusaha maupun lembaga pemerintah, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Dia juga akan berupaya menggandeng pihak swasta sebagai orang tua asuh. Dengan berbagai upaya tersebut, pihaknya menargetkan bisa menuntaskan permasalahan ATS dalam kurun waktu tiga tahun secara bertahap. (yun/dan).
Editor : Aditya Novrian