KABUPATEN – Kecelakaan terjadi di tanjakan Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen, kemarin pagi (23/11). Sebuah truk Hino bermuatan batu yang dikemudikan Sugik kehilangan tenaga saat menanjak. Perseneling terlambat dipindah, membuat truk berjalan mundur dan akhirnya terguling.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00, saat arus lalu lintas masih lengang. Truk yang datang dari arah Blitar tersebut mundur di tanjakan dan langsung menghantam median jalan. ”Sopir khawatir ada kendaraan di belakang. Karena itu dia membanting setir agar truk mengarah ke median,” jelas Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Samsul Khoirudin.
Benturan pada bagian belakang membuat truk oleng dan muatan batu kali terhambur ke badan jalan. Proses evakuasi berlangsung sekitar 1,5 jam. Petugas dibantu warga harus menurunkan muatan terlebih dulu agar beban berkurang sebelum truk bisa didirikan kembali.
Beruntung, tidak ada korban luka. Bodi truk hanya mengalami lecet pada sisi kiri bak. Meski begitu, polisi mengingatkan agar pengemudi lebih berhati-hati saat melintas di jalan menanjak, terutama membawa muatan berat.
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Angka kecelakaan di Kabupaten Malang masih tinggi. Hingga Oktober, tercatat 723 kasus kecelakaan dengan total 1.114 korban luka ringan, 10 luka berat, dan 141 korban meninggal dunia. ”Sebagian besar kecelakaan diawali pelanggaran pengendara,” terang Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo.
Ia menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan berkendara, termasuk penggunaan helm dan kelengkapan lain. ”Pelanggaran kecil bisa berujung fatal. Helm, misalnya, bisa menekan risiko kematian ketika terjadi benturan,” imbuhnya. (aff/adn)
Editor : Aditya Novrian