KEPANJEN – Banyaknya yang belum tertangani membuat Bupati Malang H M. Sanusi menggandeng sejumlah pihak. Selain memaksimalkan peran perangkat daerah (PD), juga mengajak warga dan pengusaha terlibat.
”Saya berkeinginan ada keterlibatan pengusaha untuk menjaga kebersihan, utamanya di lingkungan masing-masing,” ujar Sanusi beberapa waktu lalu.
Beberapa perusahaan yang menerima apresiasi tersebut seperti PT Greenfield Indonesia, PT Otsuka Indonesia, dan Bank Jatim. “Sampah yang sudah dikumpulkan itu bisa dipilah terlebih dahulu. Karena program penanganan kebersihan ini tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Seperti diberitakan, volume sampah di Bumi Kanjuruhan mencapai 1.300 ton per hari. Namun yang tertampung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hanya 600-700 ton sampah. Meliputi TPA Randuagung Singosari, PTA Paras Poncokusumo, dan TPA Talangagung Kepanjen.
Selain itu, pihaknya juga mengharapkan bantuan dari pihak swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Wujudnya bisa pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) persampahan. “Tahun ini kami mendapat bantuan dari beberapa perusahaan, seperti Bank Jatim yang memberikan dua kontainer sampah dan satu arm roll dari PG Krebet Baru,” terang orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu.
Dia mengatakan, jumlah armada pengangkut sampah di Kabupaten Malang sangat terbatas. Yakni hanya 69 arm roll truck sampah yang tersebar di 390 desa dan kelurahan. Padahal, idealnya per desa setidaknya ada satu arm roll truck.
Selain pengusaha, pihaknya juga mengharapkan keterlibatan sekolah yakni melalui program Adiwiyata. Dalam program tersebut, pemilahan sampah dari hulu sudah disosialisasikan. Sehingga tidak ada sampah yang menumpuk di TPA. “Di TPA, kami sudah mencarikan teknologi untuk mengolah sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) dan bekerja sama dengan Semen Indonesia untuk distribusinya,” pungkasnya. (yun/dan).
Editor : A. Nugroho