Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tahun Depan Candi Jago di Desa Jago Kecamatan Tumpang Dipugar Lagi

Mahmudan • Kamis, 27 November 2025 | 17:54 WIB
WISATA SEJARAH: Pemugaran tahap pertama Candi Jago di Desa Jago, Kecamatan Tumpang sudah tuntas.
WISATA SEJARAH: Pemugaran tahap pertama Candi Jago di Desa Jago, Kecamatan Tumpang sudah tuntas.

TUMPANG - Pemugaran tahap pertama di Candi Jago sudah tuntas, utamanya di bagian kaki candi. Namun pemugaran tahap kedua dan ketiga akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Pemugaran tersebut akan berlanjut di bagian badan hingga atap candi.

Pemugaran dilakukan untuk mengembalikan bentuk asli candi. Seiring bertambahnya waktu, banyak batuan yang lepas dan rusak. Sehingga perlu diganti untuk menjaga struktur candi. Jika batuan yang asli terdapat relief atau ukiran, maka akan diganti dengan batuan polos. Supaya dapat terlihat perbedaan antara batuan yang asli dan pengganti. Kemudian susunan batuan yang sebelumnya tidak rapi juga akan dirapikan.

“Setelah pemugaran, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon juga mengamanahkan untuk membuat bilik khusus ibadah,” ujar Juru Pelihara Candi Jago Imam Pinarko beberapa waktu lalu.

Bilik khusus ibadah tersebut diwacanakan akan terletak di bagian atap candi. Namun rencana tersebut masih membutuhkan kajian lebih lanjut. “Saat ini, pengunjung yang ingin naik ke candi memang diizinkan, tetapi harus bersurat dulu ke BPK (Balai Pelestari Kebudayaan) Wilayah XI Jawa Timur bahkan hingga Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI,” imbuhnya.

Sebab, dia melanjutkan, pengunjung dilarang naik ke candi tanpa tujuan tertentu. Larangan itu untuk mengamankan dan melestarikan candi.

Selain wacana penambahan bilik ibadah, pihaknya bersama tim ahli Candi Borobudur akan menindaklanjuti temuan tersebut. Seperti penggalian yang lebih luas untuk memastikan struktur bangunan yang baru ditemukan. "Dari tim ahli BPK, rencananya akan diselaraskan dengan bangunan kaki candi," ujarnya.

Hal itu juga dapat menunjukkan bahwa selain Candi Jago yang merupakan peninggalan Kerajaan Tumapel, juga ada struktur batu bata dari era Kerajaan Majapahit. Ditemukannya struktur baru tersebut menunjukkan bahwa masih banyak sisa-sisa peninggalan era kerajaan yang belum ditemukan.

Ukuran candi yang sebenarnya pun belum diketahui. Saat ini yang tampak di permukaan, candi tersebut memiliki panjang 24 meter dan lebar 14 meter. Sedangkan tinggi candi sekitar 10,5 meter.

Seperti diberitakan, dalam masa pemugaran, pekerja menemukan struktur bangunan baru. Struktur tersebut diperkirakan berasal dari Kerajaan Majapahit. Bangunan tersebut terbuat dari batu bata merah yang disusun dengan rapi tanpa menggunakan perekat seperti semen. Letaknya ada di bagian depan bangunan Candi Jago. (yun/dan).

Editor : A. Nugroho
#BPK #candi jago #struktur candi #Kabupaten Malang