DAU- Bus Trans Jatim di Malang Raya telah beroperasi sejak 20 November lalu. Selama beroperasi dalam kurun waktu 12 hari, mulai mencuat rumor penambahan opsi rute baru moda transportasi publik tersebut. Salah satu yang berkembang di masyarakat, bus Trans Jatim akan masuk ke Bandara Abdulrachman Saleh di Pakis dan beroperasi sampai Kabupaten Blitar.
Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan (P3) Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Malang Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim M Binsar Garchah Siregar membantah rumor tersebut. ”Tidak ada yang mengatakan buka ke Abdulrachman Saleh. Tapi, kami menyesuaikan dengan usulan Dishub 3 daerah, dengan tentu dilihat demand-nya,” kata dia.
Menurutnya, selama ini hanya Kabupaten Malang yang memiliki usulan rute bus Trans Jatim. ”Kota Malang fokus ke feeder, Batu belum ada usulan,” ucap dia. Untuk usulan dari Kabupaten Malang, ada dua rute.
Pertama, Hamid Rusdi (Gadang)-Talangagung (Kepanjen)-Kesamben (Kabupaten Blitar). Melewati Jalan Kendalpayak-Segenggeng-Sukoraharjo di Pakisaji. Lalu ke arah barat di Jalan HM Sun’an (Penarukan, Kepanjen) dan singgah di Terminal Talangagung, Kepanjen. Lalu meneruskan perjalanan ke arah Sumberpucung-Karangkates, lewat Bendungan Lahor, mengarah ke Selorejo dan berakhir di Terminal Kesamben.
Usulan kedua, rute Hamid Rusdi-Tumpang-Wringinanom (Poncokusumo). Dari terminal Hamid Rusdi mengarah ke utara, singgah di Terminal Madyopuro, lalu mengarah ke Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, terus ke Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis sampai ke pertigaan Bokor (Tumpang) dan belok kiri singgah di Terminal Tumpang. Kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Jalan Raya Tulusayu dan berjalan terus sampai ke titik akhir di Rest Area Wringinanom yang baru.
Binsar mengatakan, dua rute tersebut belum fixed. Penyebabnya, dilakukan kajian lebih dalam. ”Tentunya harus kami survei dulu. Dengan cara memantau di media sosial atau memberikan kuesioner kepada penumpang,” ujar dia.
Setidaknya, pihaknya baru akan bergerak melakukan survei dan menetapkan pengembangan rute tersebut tahun 2026 mendatang. Tapi, rencana tersebut kini mulai digodok. (biy/gp)
Editor : A. Nugroho