Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Usulkan Alat Tes Tuberculosis untuk 28 Puskesmas

Aditya Novrian • Selasa, 2 Desember 2025 | 17:24 WIB
Ilustrasi Pukesmas
Ilustrasi Pukesmas

KEPANJEN - Tracing untuk penemuan kasus Tuberculosis (TBC) terus diperkuat Pemkab Malang. Hal itu dilakukan dengan mengambil sampel dahak atau menggunakan metode pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA). Namun, dalam rangka percepatan penemuan serta penanganan kasus penyakit TBC, dibutuhkan alat periksa X-Ray dan tes cepat molekuler.

Kedua alat periksa itu berguna dalam rangka deteksi dini penyakit TBC. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo menyampaikan, belum semua puskesmas memiliki alat tes cepat molekuler. Namun, pihaknya terus menguatkan jaringan layanan kesehatan antar puskesmas.

Yakni bagi puskesmas yang belum memiliki alat tes cepat molekuler dapat mengirimkan sampel ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lain yang telah memiliki kelengkapan alat. ”Kami mengusulkan pengadaan 28 unit alat tes cepat molekuler ke pemerintah pusat,” ucap Dokter Wi.

Masing-masing alat senilai Rp 600-700 juta. Hal tersebut sebagai upaya nyata penanganan kasus TBC di Kabupaten Malang. Sebelumnya, TBC menjadi penyakit menular yang perlu diwaspadai di Kabupaten Malang.

Pada Januari-November 2025, Dinkes Kabupaten Malang menemukan 27.853 orang yang terduga TBC. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, 2.786 orang di antaranya telah terkonfirmasi TBC.

”Untuk menemukan satu kasus TBC, perlu melakukan pemeriksaan kepada puluhan orang,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu. Selain itu, penularan TBC dapat melalui cairan atau cipratan liur (droplet) yang terinfeksi melalui udara.

Begitu tetesan tersebut memasuki udara, siapa pun di dekatnya dapat menghirupnya. Seseorang dengan TBC dapat menularkan bakteri melalui bersin, batuk, berbicara, dan nyanyian.

Sehingga bagi penderita TBC wajib menggunakan masker ketika berada disekitar orang terutama selama tiga minggu pertama pengobatan. Upaya ini dapat membantu mengurangi resiko penularan. Selain itu, pemberian vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) juga salah satu upaya pencegahan yang dianggap ampuh. (yun/adn)

Editor : A. Nugroho
#tbc #BTA #Kabupaten Malang #dinkes