KEPANJEN – Upaya pencarian terhadap remaja yang hilang setelah tenggelam di Sungai Brantas masih belum membuahkan hasil. Remaja 15 tahun asal Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang itu diduga terpeleset saat memancing pada Senin (1/12). Hingga kemarin petang, tim SAR gabungan terus menyusuri aliran sungai.
Kejadian bermula ketika Sunarto, 54, warga setempat, mendengar teriakan minta tolong sekitar pukul 15.20. Saat itu dia sedang bekerja di sawah yang tak jauh dari bantaran sungai. Saat mendekat, Sunarto melihat dua anak. Satu di tepi sungai dan satu lagi sudah terseret arus.
”Posisi korban sudah sekitar lima meter dari bahu sungai,” ujar Kapolsek Kepanjen AKP Subijanto. Sunarto sempat terjun ke sungai untuk memberikan pertolongan, tetapi derasnya arus membuat korban cepat hanyut.
Menurut keterangan teman korban, keduanya awalnya memancing. Mereka kemudian bermain di pinggir sungai sebelum salah satu dari mereka tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke tengah aliran Brantas. Pencarian sempat dihentikan karena hari mulai gelap.
Kemarin pagi, pencarian dilanjutkan sejak pukul 07.00 dengan peralatan perahu karet dan pelampung. Keluarga korban memantau dari tepi sungai. Arus deras dan kedalaman sungai menjadi kendala utama, ditambah hujan yang sempat mengguyur wilayah tersebut.
”Hingga sore belum ada hasil. Kondisi cuaca juga beberapa kali menghambat,” terang Subijanto. Bila hari semakin gelap dan situasi tidak memungkinkan, pencarian dihentikan sementara lalu dilanjutkan esok hari dengan area yang diperluas.
Polisi mengimbau warga yang beraktivitas di sepanjang aliran Brantas agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan.
Tidak menutup kemungkinan korban hanyut hingga Bendungan Sengguruh. Karena itu masyarakat diminta lebih waspada dan ikut membantu pemantauan di sekitar sungai. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho