KEPANJEN – Perayaan HUT Ke-1265 Kabupaten Malang ditutup dengan meriah dan penuh nuansa budaya. Seluruh rangkaian acara yang berlangsung sejak 28 November hingga 1 Desember itu dirangkai sebagai momentum refleksi perjalanan panjang Bumi Kanjuruhan sekaligus tekad memperkuat daya saing daerah.
Dimulai dengan upacara peringatan di halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, suasana kekhidmatan langsung terasa. Sejak pukul 07.00, para kepala OPD dan camat dari 33 kecamatan hadir mengenakan busana tradisional, menghadirkan nuansa kultural yang hangat dan berkarakter.
Dengan tema melalui tema Peningkatan Daya Saing Daerah dalam Peningkatan Ekonomi Inklusif yang Berkelanjutan, Bupati Malang H M. Sanusi menegaskan pentingnya pembangunan yang merata dan berpihak pada seluruh lapisan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Malang memiliki modal besar. Kekayaan alam, generasi muda yang cerdas, budaya yang kaya, hingga semangat gotong royong yang tak lekang waktu.
”Jika seluruh potensi ini kita satukan, Insyaallah Kabupaten Malang akan semakin berdaya saing dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya,” ujar Sanusi.
Seusai upacara, berbagai agenda menyusul. Ada pagelaran tari, penyerahan penghargaan bagi OPD dan ASN berprestasi, serta grebek tumpeng raksasa berisi aneka hasil bumi dan makanan tradisional. Suasana syukur dan kebersamaan makin terasa ketika seluruh peserta upacara berebut menikmati tumpeng tersebut.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Dekranasda Fest, bazar UMKM yang menampilkan produk kreatif masyarakat, serta kegiatan Net Spesial di Diskominfo yang menyoroti pemantauan wilayah melalui CCTV bersama RAPI Kabupaten Malang. Dua kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara penguatan ekonomi lokal dan kesiapsiagaan layanan publik berbasis teknologi.
Puncak peringatan digelar pada 1 Desember. Resepsi hari jadi dipadukan dengan pagelaran seni Singhasari Jayanti ke-2 yang menghadirkan sajian budaya dari berbagai generasi. Mulai Ludruk Armada yang menghibur sekaligus menyampaikan pesan moral, Sendratari Singhasari Jayanti yang bernuansa sejarah, hingga Wayang Krucil Modern dan Wayang Krucil Asli yang memperlihatkan kolaborasi antara tradisi dan kreativitasi masa kini.
Sanusi juga mengajak seluruh elemen masyarakat memaknai usia Kabupaten Malang yang lebih dari 1,5 milenium sebagai dorongan untuk bekerja lebih baik.
”Usia ini harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan Kabupaten Malang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” katanya. (biy/adn)
Editor : A. Nugroho