Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

214 Bencana Hidrometeorologi Landa Kabupaten Malang dalam 11 Bulan, BPBD Imbau Warga Waspada Musim Penghujan

A. Nugroho • Sabtu, 6 Desember 2025 | 19:17 WIB
YANG KESEKIAN: Pohon Saman di desa Kemantren, Kecamatan Jabung tumbang pada rabu lalu (3/12). Sebelum itu, tercatat ada puluhan pohon tumbang yang terjadi sejak Januari 2025.
YANG KESEKIAN: Pohon Saman di desa Kemantren, Kecamatan Jabung tumbang pada rabu lalu (3/12). Sebelum itu, tercatat ada puluhan pohon tumbang yang terjadi sejak Januari 2025.

KEPANJEN - Selama 11 bulan, Kabupaten Malang sudah dilanda 214 kali bencana hidrometeorologi. Itu sesuai hasil rekapitulasi data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Malang. 

Rinciannya terdiri dari tanah longsor, 71 angin kencang, 41 pohon tumbang, 20 kali banjir, dan satu erupsi. Di antara jumlah bencana tersebut, kejadian terbanyak terjadi di Kecamatan Singosari dan Tirtoyudo. Dengan masing-masing ada 20 kali kejadian bencana. Letak geografis dua wilayah tersebut menjadi alasan mengapa sering terjadi bencana di saja. ”Kalau ditotal, sejak Januari sampai awal Desember 2025 ini sudah terjadi 403 bencana di Kabupaten Malang,” ucap Koordinator Pusdalops PB BPBD Kabupaten Malang Silvia Ver diana. Bencana alam tersebut berdampak terhadap beberapa sektor. Di antaranya 1.192 bangunan tergenang, 264 bangunan rusak ringan, 52 rusak sedang, dan 23 rusak berat. 

Untuk infrastruktur, terdapat 13 tempat yang rusak ringan, tiga rusak sedang, dan satu rusak berat. Selain itu, juga terdapat 2.031 warga yang terdampak bencana. Termasuk dua orang hilang, 14 orang meninggal dunia, dan 17 orang luka-luka. 

Silvia menjelaskan, musim penghujan memang rawan terjadi bencana hidrometeorologi. Berdasar peta prakiraan curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat belasan kecamatan yang memiliki curah hujan sangat tinggi. 

”Seperti Ngantang, Wonosari, Wagir, Ampelgading, dan Tirtoyudo. Biasanya ada potensi tanah gerak juga, tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda yang menga rah ke sana (tanah gerak),” kata Penata Penanggulangan Bencana itu. Sebagai bentuk kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang, Pusdalops PB rutin berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Seperti Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) yang akan melaksanakan identifikasi, asesmen, pembersihan dampak kejadian, dan distribusi logistik darurat kepada masyarakat yang terdampak. 

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Bisa dilakukan dengan rutin memeriksa kondisi struktur bangunan, membersihkan dan melestarikan lingkungan sekitar, serta memantau perkembangan informasi terkait kebencanaan dan peringatan dini. (yun/by)

Editor : A. Nugroho
#musim hujan #bencana alam #Kabupaten Malang #Bencana