Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Telah Melakukan Pelatihan: 1.343 Guru di Kabupaten Malang Sudah Siap Terapkan Deep Learning

A. Nugroho • Minggu, 7 Desember 2025 | 18:51 WIB
Program pembelajaran mendalam atau deep learning mulai diterapkan secara bertahap sejak tahun ajaran 2025/2026.
Program pembelajaran mendalam atau deep learning mulai diterapkan secara bertahap sejak tahun ajaran 2025/2026.

KABUPATEN – Program pembelajaran mendalam atau deep learning mulai diterapkan secara bertahap sejak tahun ajaran 2025/2026. Di Kabupaten Malang, langkah persiapan dilakukan melalui pelatihan bagi guru dan kepala sekolah. Hingga saat ini, tercatat 1.343 guru dari jenjang PAUD, SD, dan SMP telah mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari 662 sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan.

Deep learning merupakan pendekatan belajar yang menekankan tiga prinsip utama. Proses belajar harus bermakna, dilakukan dengan penuh kesadaran, dan disajikan melalui pengalaman yang menyenangkan. Karena itu, kreativitas guru memegang peran sentral dalam keberhasilan penerapannya di ruang kelas. Guru dituntut lebih aktif merancang aktivitas pembelajaran yang memancing rasa ingin tahu, mendorong eksplorasi, dan menghubungkan materi dengan pengalaman hidup siswa.

Subbag Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Anwar Eka menjelaskan, peserta pelatihan berasal dari sekolah penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja. Dana Boskin memang ditujukan sebagai apresiasi bagi sekolah dengan kinerja baik, sehingga penggunaannya diarahkan untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

”Pelatihan deep learning di Kabupaten Malang dibagi dalam dua tahap besar," ujar dia.

Tahap pertama berupa penyampaian materi konsep dasar, metodologi, serta contoh penerapan di kelas. Tahap kedua berfokus pada praktik membuat rencana pembelajaran, termasuk simulasi mengajar menggunakan pendekatan deep learning. Guru dan kepala sekolah kemudian dipantau dalam penerapan metode tersebut.

Anggota Subbag Rencana, Evaluasi, dan Pelaporan Dinas Pendidikan Nanok menambahkan, setiap peserta dibekali buku 45 Metode Pembelajaran dalam Student Centered Learning. Buku tersebut memuat model pembelajaran dan puluhan metode yang dapat dipilih guru sesuai kebutuhan. ”Tujuannya agar murid lebih siap menerapkan delapan profil lulusan (DPL), yang menjadi standar kompetensi akhir pembelajaran,” terang Nanok.

Instruktur pelatihan didatangkan langsung dari Kemendikdasmen. Namun karena kuota terbatas, hanya 662 sekolah yang ikut serta dari ribuan sekolah yang ada. Sekolah peserta diharapkan menjadi pusat penyebaran pengetahuan bagi sekolah-sekolah di sekitarnya melalui mekanisme getok tular. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#Deep Learning #Kabupaten Malang #metode pembelajaran