TIRTOYUDO – Rencana normalisasi Sungai Tundo di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo mengalami perubahan. Ada penambahan panjang jarak sungai yang dikeruk hingga 600 meter. Dari yang awalnya 1.600 meter, ditambah menjadi 2.200 meter.
Untuk diketahui, normalisasi sungai tersebut sudah dimulai sejak 4 September lalu. Dengan target awal panjang sungai mencapai 1,6 kilometer atau 1.600 meter. ”Progres terbaru, per pekan lalu sudah sampai 1.500 meter,” terang Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan.
Meski sudah tinggal 100 meter, Sadono menyebut ada perubahan rencana. ”Kami menambah panjang sungai (yang dikeruk), khusus yang di Sungai Tundo,” kata dia. Artinya, total yang dikeruk untuk pelebaran dan pendalaman sungai itu mencapai 2.200 meter atau 2,2 kilometer.
Meski terdapat penambahan panjang sungai yang akan dikeruk, spesifikasi lebar dan tanggul pencegah banjir dari material hasil keruk sungai tidak berubah. ”Lebar sungai 20 meter. Sementara untuk tanggul tingginya 3 meter lebar 2 meter, sama seperti yang sebelumnya,” sebut Sadono.
Dia menambahkan, perpanjangan normalisasi sungai itu hanya mengandalkan dua alat berat berupa ekskavator. Meski diketahui medan Sungai Tundo cenderung memiliki banyak batu besar di sungai. Yang berpotensi memperlambat pekerjaan. Namun, pihaknya yakin dua alat berat sudah cukup.
Langkah memperpanjang jalur pengerukan itu bukan keputusan dari BPBD semata. Namun sudah didiskusikan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas selaku pemangku kebijakan sungai yang merupakan aliran lahar dingin Gunung Semeru tersebut.
Sadono menambahkan, langkah itu diambil semata untuk meminimalkan risiko banjir di lingkungan sekitar sungai tersebut. Sadono menyebut, bahwa sejak pertama kali dikerjakan, permukiman warga di tepi sungai sudah tidak terkena banjir. ”Walaupun hujan deras mengguyur dalam waktu lama, rumah warga aman dari banjir,” tandas Sadono. (biy/by)
Editor : A. Nugroho