Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

11 Napi Asimilasi di Kabupaten Malang Panen Tiga Kuintal Edamame

Bayu Mulya Putra • Selasa, 9 Desember 2025 | 17:14 WIB
PRODUKTIF: Panen edamame dilakukan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, pekan lalu. Itu merupakan salah satu program bimbingan kerja dari Lapas Kelas I Malang.
PRODUKTIF: Panen edamame dilakukan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, pekan lalu. Itu merupakan salah satu program bimbingan kerja dari Lapas Kelas I Malang.

NGAJUM - Salah satu program bimbingan kerja dari Lapas Kelas I Malang (Lowokwaru) kepada warga binaannya yakni berkebun. Program itu biasa dilakukan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum. Salah satu komoditas yang kini dikembangkan yakni kedelai edamame.

Jumat pekan lalu (5/12), tiga kuintal edamame berhasil dipanen. Itu berasal dari total luas lahan 600 meter persegi yang berada di lereng Gunung Kawi. ”Edamame yang ditanam usia panennya 65 hari,” terang Kalapas Lowokwaru Teguh Pamuji.

Dia menambahkan, tiga kuintal edamame itu berkualitas sangat baik dan layak jual. Baik penanam, penyebar pupuk dan yang memanen semuanya merupakan narapidana berbagai kasus. Total ada 11 orang yang mengurus tanaman tersebut.

Setelah dipanen, kacang-kacang tersebut dipasarkan oleh rekanan pihak ketiga yang telah bekerja sama selama satu tahun. Cakupan pemasarannya di wilayah Malang Raya. Diketahui bahwa area SAE Ngajum yang ditanami edamame memiliki luas sekitar 2.500 meter persegi.

Sementara yang dipanen Jumat pekan lalu (5/12) adalah hasil penuaian bibit pada 30 September lalu. Total, ada tujuh kilogram benih yang ditanam para narapidana tersebut. Dijadwalkan ada empat tahap panen untuk komoditas tersebut.

Hasil panennya pun terbilang banyak. Pasalnya, pada tahap pertama, 3 Oktober lalu, ada enam kuintal edamame yang berhasil dipanen. ”Artinya, dari dua kali panen telah dihasilkan 9 kuintal edamame berkualitas baik,” imbuh Teguh.  Selain edamame, di SAE Ngajum juga menanam komoditas lain.

Seperti kubis manis, kacang tanah, dan lain-lain. Seluruhnya dikelola oleh narapidana dan telah melalui beberapa kali panen dan satu tahun 2025 ini. Teguh menyebut bahwa keberhasilan panen tersebut menjadi bukti efektivitas pembinaan kemandirian di SAE Ngajum.

”Seluruh proses budi daya dilakukan mengikuti standar pengelolaan pertanian yang baik, sehingga kualitas tanaman tetap terjaga hingga masa panen,” ujar dia. Capaian panen itu diharapkan bisa meningkat pada tahap berikutnya, seiring penguatan kompetensi warga binaan. Juga bisa menjadi bekal ketika para terhukum itu keluar dari balik jeruji besi. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#lowokwaru #sae #Kabupaten Malang #Edamame